KDM Sebut Renovasi Gedung Sate Gunakan Cat Heritage

BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut renovasi Gedung Sate saat ini menggunakan cat yang sesuai dengan standar perawatan bangunan heritage. Penggunaan cat tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi bangunan bersejarah itu agar lebih tahan lama dan tidak cepat kusam.

“Bangunan bersejarah atau bangunan heritage itu sebenarnya ada standardisasinya yang dimiliki oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, (15/8/2026).

Dedi mengatakan, selama ini perawatan Gedung Sate belum menggunakan standar khusus untuk bangunan heritage. Menurut dia, cat yang digunakan sebelumnya seperti untuk rumah biasa sehingga tidak bertahan lama dan membuat bangunan kembali terlihat kusam.

“Selama ini, Gedung Sate itu tidak menggunakan standardisasi dalam pemeliharaannya sehingga kalau dicat itu dipakai cat yang seperti dipakai di rumah kita masing-masing. Sebulan sudah copot lagi dan kelihatan kusam,” katanya.

Baca juga:https://www.suararadarcakrabuana.com/pemprov-jabar-gelar-upacara-hut-ri-ke-81-di-gedung-sate/

Menurut Dedi, Pemprov Jabar menggunakan cat yang sesuai dengan standar perawatan bangunan heritage seperti asalnya. Meski menggunakan cat khusus, anggaran pemeliharaan Gedung Sate saat ini lebih kecil dibandingkan sebelumnya.

“Nah sekarang uang pemeliharaannya lebih kecil dibanding dulu, tetapi kami langsung pada esensinya menggunakan cat yang memiliki standar sesuai dengan ketentuan Balai Pelestarian Cagar Budaya,” tutur Dedi.

Dedi mengaku tidak mengetahui secara detail spesifikasi teknis cat yang digunakan lantaran dirinya hanya menetapkan kebijakan secara umum.

“Saya tidak tahu spesifikasi teknis ya, kan saya hanya menetapkan kebijakan umum. Nanti cek ke Biro Umum,” ucap Dedi.

Baca juga:https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-sebut-ratusan-pabrik-akan-berdiri-di-surya-cipta-karawang/

Meski begitu, mantan Bupati Purwakarta itu menilai hasil pengecatan Gedung Sate saat ini lebih baik, terlihat lebih cerah, termasuk pada bagian atas bangunan.

“Kami bandingin dulu selalu ada pemeliharaan-pemeliharaan, tetapi hasilnya ya seperti yang terlihat beberapa waktu yang lalu. Hari ini dengan standar anggaran rutin yang lebih rendah kami bisa mencapai dengan kualitas yang terbaik,” pungkas Dedi.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!