Jakarta. Suararadarcakrabuana.com – Cara ubah desil di DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional) dapat dilakukan dengan mudah melalui HP.
Pemutakhiran data ini penting bagi masyarakat yang ingin memperbaiki atau memperbarui status data sosial ekonominya, termasuk untuk memastikan kelayakan sebagai penerima bantuan sosial (bansos).
Proses perubahan data dapat dilakukan secara online melalui layanan yang disediakan pemerintah. Masyarakat juga dapat mengecek kembali status desil setelah data diperbarui.
Lantas, bagaimana cara ubah desil September 2026 di DTSEN? Simak langkah-langkahnya berikut ini. Ubah data ada dua cara mengubah pemutakhiran data di DTSEN baik secara online maupun offline. Berikut penjelasannya.
1.Ubah data secara offline
- Datang ke kantor desa atau kelurahan sesuai domisili
- Sampaikan kepada petugas bahwa Anda ingin mengajukan pemutakhiran data DTSEN
- Ikuti prosedur yang ditetapkan dan lengkapi dokumen atau persyaratan yang diminta
- Data yang diajukan akan diproses untuk dilakukan verifikasi
- Tunggu apabila diperlukan survei oleh pendamping sosial
Bila dirasa cara offline merepotkan, tak ada salahnya mengajukan secara offline. Simak penjelasannya di bawah ini.
2. Ubah data secara online
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store
- Daftarkan akun apabila belum memiliki akun
- Masuk atau login menggunakan akun yang sudah didaftarkan
- Pilih menu ‘Usulkan Pembaruan’
- Isi seluruh data dan pertanyaan yang tersedia
- Pastikan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi sebenarnya
- Kirim pengajuan pembaruan data
- Tunggu proses verifikasi oleh petugas
Perlu diketahui, tak serta merta data bisa langsung berubah meskipun sudah melakukan pemutakhiran. Perubahan desil sangat penting apabila yang bersangkutan memang secara ekonomi berada di desil 1-5. Sebab, desil 9-10 tak mendapat bansos bahkan berpotensi kena batasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar.
Desil 10 tak berhak beli BBM subsidi Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan desil 10 merupakan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi.
“Nanti kalau memang diperlukan subsidi yang tepat sasaran, bukan pembatasan ya. Yang desil 10 lah, yang orang-orang kaya itu enggak berhak beli itu ya,” jelas Purbay.
Pemerintah diketahui berencana memangkas kuota BBM subsidi pada tahun 2027. Kuota BBM subsidi 2027 berada di angka 20,09 juta kiloliter, turun 58,5 persen dibanding 2026 yang mencapai 48,43 kiloliter.
“Berdasarkan pertemuan Menteri ESDM dan Menteri Keuangan disebutkan bahwa akan melakukan beberapa hal terkait dengan pengendalian subsidi. Termasuk salah satunya yang Pertalite,” jelas Pelaksana Tugas (Plt.)/Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Ferry Ardiyanto.
Artinya, pada 2027 siapa yang memperoleh akses ke BBM subsidi terbatas di desil 1-5, selebihnya diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi serta mengikuti program elektrifikasi mengganti motor berbahan bakar fosil ke listrik.
Wonk Alit/SRC




