Tamiang Layang.Suararadarcakrabuana.com – Berdasarkan hasil Ekspos Survei Investigasi dan Desain (SID) Cetak Sawah yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Palangkaraya, sebanyak kurang lebih 120 Ha lahan di Desa Harara Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur masuk Dokumen SID Cetak Sawah yang menjadi Program Kementrian Pertanian Tahun 2026. Dengan Program Cetak Sawah ini, kedepannya Desa Harara akan menjadi “Desa Mandiri Pangan”, ungkap Triyono, Kepala Desa Harara, dikantornya, Selasa, 4/11/2025.
Lebih lanjut Triyono mengungkapkan, , karena letaknya yang strategis disatu lokasi, maka momen Program dari Kementrian Pertanian ini juga dapat kita manfaatkan secara bertahap kedepannya mengintegrasikan pertanian dengan pariwisata desa, untuk kita kembangkan menjadikan Desa Harara menjadi Desa “Wisata Sawah”.
Kita akan gabungkan konsep desain, infrastruktur wisata, pemandangan sawah hijau digabungkan dengan edukasi pertanian dengan budi daya ikan dan pengembangan peternakan, konsep warung sawah, warung desa dan mungkin fasilitas sepeda bebek di area sawah, ucap Triyono.

Tentu kita juga memastikan akses jalan menuju lokasi sawah mudah dilalui baik untuk aktifitas pertanian maupun kunjungan wisata. Kita juga harus memastikan fasilitas tempat istirahat, toilet umum, pusat informasi, dan rea parkir yang memadai tanpa merusak area sawah, ujarnya
Triyono menegaskan, melalui integrasi pertanian dan pariwisata ini nanti, tentu akan menjadikan warga desa bukan hanya sekedar petani, namun juga sebagai pelaku usaha terkait dengan pariwisata. Selain itu konsep ini juga akan mendukung usaha Bumdes dan Kopdes Merah Putih Desa Harara.
Triyono menyampaikan, Dengan adanya Program Cetak Sawah ini, saya atas nama masyarakat Desa Harara dan Pemerintah Desa Harara mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barito Timur yang telah menindaklanjuti usulan kami sehingga Desa Harara menjadi bagian Program Cetak Sawah Dari Kementrian Pertanian.
(Juita)




