KDM Akan Ubah Lahan Longsor Cisarua KBB Jadi Hutan Bambu

KBB, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengubah lahan bekas longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Bart menjadi hutan bambu dan kebun buah.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pemulihan lingkungan pascabencana di wilayah tersebut. Dedi mengatakan, penghijauan akan dilakukan dengan menggandeng warga setempat dan Perhutani sebagai pemilik lahan.

Proses penanaman itu nantinya dipastikan tidak akan mengganggu mata pencaharian masyarakat yang selama ini menggarap lahan tersebut.

“Untuk tanah milik Perhutani kami akan hutankan, tapi prosesnya tidak akan mengganggu penghasilan warga. Penggarapnya nanti langsung diberi tanaman, mulai dari bambu, tanaman hutan, sampai tanaman kebun atau buah,” kata Dedi saat meninjau lokasi longsor.

Perusakan 14,25 Hektar Kebun Teh di Bandung Diduga Kuat Sistematis Artikel Kompas.id Dedi memastikan, warga yang terlibat dalam program penghijauan akan mendapat kompensasi berupa upah harian selama masa penanaman hingga tanaman dinilai kokoh.

Masa pendampingan dan merawat tanaman dari bibit hungga pohon yang kokoh diperkirakan berlangsung hingga empat tahun lamanya.

“Selama proses tanam kurang lebih empat tahun sampai tanaman itu kokoh, mereka mendapatkan upah harian sebagai pekerja,” ujar Dedi.

Besaran upah, lanjut dia, disesuaikan dengan tingkat kesulitan lokasi. Untuk area yang dekat dengan permukiman, upah dipatok sekitar Rp 50.000 per hari.

Sementara lokasi yang jauh dan sulit dijangkau seperti di area hutan dan lereng dengan kemiringan ekstrem bisa mencapai Rp 100.000 per hari.

“Kalau sangat jauh dari kampung, misalnya ke puncak gunung dan harus berjalan, biaya nanamnya bisa sampai Rp 100.000 per hari. Itu tergantung wilayah,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai, kawasan terdampak longsor di Desa Pasirlangu perlu dikembalikan ke fungsi awal sebagai kawasan hutan.

Kebijakan ini diambil menyusul bencana longsor yang menelan puluhan korban jiwa dan diduga dipicu alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Longsor tersebut menerjang permukiman warga dan area perkebunan sayuran di lereng Gunung Burangrang pada Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Area yang sebelumnya dipenuhi kebun sayur dengan sistem tanam menggunakan plastik kini tertimbun material longsor. Baca juga: Cuaca Ekstrem, Kabupaten Bandung Pertebal Mitigasi Bencana

“Kalau dilihat dari kondisi sekitar, jelas terlihat kebun-kebun sayuran sampai ke puncak gunung. Dari situ sudah bisa disimpulkan ada persoalan alih fungsi lahan,” pungkasnya.

Wonk Alit/ SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!