KDM Beri Bantuan Rp 50 Juta Keluarga Korban Pembunuhan

Indramayu. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendatangi rumah Putri Apriyani (24), korban pembunuhan oleh oknum polisi Bripda Alvian Maulana alias AMS (23 tahun) di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
Kunjungan ini sebagai bentuk belasungkawa sekaligus dukungan moril terhadap keluarga yang ditinggalkan.
 ‎Di rumah duka, Dedi bersama Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, keluarga PA, dan masyarakat menggelar doa bersama untuk almarhumah.
‎“Saya berterima kasih kepada Pak Kapolda Jabar, Kapolres Indramayu, dan Kasat Reskrim Polres Indramayu yang cepat mengungkap dan menangkap pelaku, meski pelaku adalah oknum mantan anggota polisi,” ujar Dedi di hadapan keluarga.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah keluarga korban pembunuhan oleh oknum polisi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (28/8/2025). Foto: Dok. Istimewa

zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah keluarga korban pembunuhan oleh oknum polisi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (28/8/2025). Foto: Dok. Istimewa
‎Dia juga menegaskan pentingnya transparansi dalam proses hukum, terutama ketika pelaku berasal dari institusi yang seharusnya menegakkan hukum.
‎“Ini bukti bahwa kepolisian kita terbuka dan profesional. Semoga almarhumah diterima iman Islamnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Selain itu, Dedi juga memberikan bantuan tali asih kepada keluarga korban Rp 50 juta. Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang juga menyampaikan tali asih dari Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, sebagai bentuk empati atas kejadian tersebut.
‎“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Ini adalah musibah yang menjadi perhatian serius kami,” ucap Fajar, didampingi Kasi Humas AKP Tarno.
Di kesempatan terpisah, ‎Toni RM, kuasa hukum almarhumah Putri menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat atas perhatian yang diberikan kepada kliennya.
‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Dedi Mulyadi atas tali kasih sebesar Rp 50 juta yang diberikan untuk mengganti uang buat gadai sawah yang ditransfer korban sebelum meninggal ke Alvian,” ujar Toni.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah keluarga korban pembunuhan oleh oknum polisi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (28/8/2025). Foto: Dok. Istimewa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi rumah keluarga korban pembunuhan oleh oknum polisi di Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (28/8/2025). Foto: Dok. Istimewa
Menurut Toni, bantuan tersebut bukan hanya bentuk empati, tetapi juga wujud konkret kepedulian seorang gubernur terhadap musibah yang dialami warganya. ‎Toni juga mengapresiasi dukungan dan kerja cepat jajaran kepolisian dalam mengungkap kasus ini.
‎“Kami menghargai langkah Polda Jabar dan Polres Indramayu yang bergerak cepat dan profesional sejak awal. Ini menjadi bukti bahwa proses hukum terus berjalan,” katanya.
Putri ditemukan tewas dengan kondisi sebagian tubuh terbakar di kamar kosnya di kawasan Indramayu pada awal Agustus 2025 lalu. Pelaku pembunuhan adalah Bripda Alvian Maulana yang merupakan pacar Putri.
Selain membunuh, Alvian juga menggasak uang tabungan Putri yang tadinya akan digunakan untuk menebus sawah yang digadai.
Alvian telah diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari institusi Polri sejak 14 Agustus 2025, usai menjalani Sidang Komisi Kode Etik Polri dengan Nomor Putusan 42-2025.
Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!