Pangandaransuararadarcakrabuana,com – Komisi II DPRD Pangandaran Kunjungan Kerja Objek Wisata Citumang Untuk Dorong Penguatan SOP dan Sinergi Pengelolaan wisata ,terlebih Citumang memiliki Obyek Wisata Body Rafting agar bisa melakukan langkah sinkronisasi dalam pengembangan dan pemberdayaan sektor pariwisata.
Acara tersebut berlangsung di Desa Bojong Kecamatan Parigi ,Turut hadir Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPRD bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) ,(08/03/2026)
” Kami melakukan kunjungan ke lokasi Wisata untuk memastikan dalam pengelolaan wisata Citumang berjalan atau tidaknya sesuai standar , serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan bagi para wisatawan berkunjung.” Ujar. Hemdra Lesmana Wakil Ketua DPRD Pangandaran. (9/3/2026)
Selain itu, pentingnya pemenuhan berbagai persyaratan administrasi dan standar usaha pariwisata bagi para pelaku usaha di kawasan wisata ,pengelola usaha wisata tidak hanya cukup memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), akan tetapi perlunya memenuhi sejumlah persyaratan lanjutan, termasuk verifikasi dari pemerintah provinsi untuk memperoleh sertifikat standar usaha.
Selanjutnya Selain memiliki NIB, masih ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi, seperti penentuan lokasi usaha, verifikasi lingkungan, hingga mendapatkan sertifikat standar dari provinsi.
” Hal ini penting agar usaha wisata berjalan sesuai regulasi, ” Ujar Hendra.
Seraya Menambahkan ,Kami mendorong para pelaku usaha wisata untuk membentuk kelembagaan yang lebih kuat, seperti perusahaan atau holding, guna memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan profesionalitas pengelolaan usaha ,
Dalam penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam aktivitas wisata body rafting di Citumang, perlu keterbukaan agar jelas bisa kelihatan ,agar bisa dipatuhi oleh seluruh pemandu wisata serta pengelola.
” agar keselamatan wisatawan tetap terjamin sesuai apa yang di harapkan semua ,tentunya keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas utama. Semua peralatan yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi baik dan berfungsi dengan optimal sebelum digunakan,”: Ungkapnya

Perlunya peningkatan kwalitas pelayanan yang dilakukan pemandu wisata , termasuk penerapan kode etik pemandu serta peningkatan kemampuan bahasa asing untuk menghadapi wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara ,
Potensi wisata Citumang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai wisata edukasi.
Pemandu wisata diharapkan mampu memberikan informasi lengkap kepada pengunjung mengenai kondisi alam, flora, fauna, serta sejarah kawasan ,Citumang kedepannya tidak hanya menjual paket body rafting saja, akan tetapi juga harus memberikan nilai edukasi bagi wisatawan, sehingga pengalaman berwisata menjadi lebih berkesan.
“Diharapkan kita bisa melakukan penguatan kerja sama antara Perum Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui mekanisme kerja sama resmi atau nota kesepahaman (MoU).” ujarnya
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kebijakan-baru-samsat-depok-bekasi-tanpa-bpkb-asli/
Sehingga kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka ruang dukungan yang lebih luas dari pemerintah daerah terhadap pengembangan objek wisata tersebut.
” Pertemuan kita sekarang merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, legislatif, dan para pelaku wisata dalam memajukan sektor pariwisata di Pangandaran. Intinya harus bisa menciptakan sinkronisasi langkah awal antara seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan objek wisata, khususnya Citumang, bisa berjalan lebih baik dan memberikan manfaat bagi daerah, Pungkasnya
(Radakai)




