Kronologi Jokowi Dan Ma’ruf Amin Digugat Rp300. juta

Solo. Suararadarcakrabuana.com – Aufaa Luqman (19) seorang pria asal Solo, Jawa Tengah melayangkan gugatan terkait produksi mobil Esemka ke Pengadilan Negeri Solo pada Selasa (8/4/2025) siang. Aufaa Luqman menggugat beberapa pihak yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin.

Selain itu, ia juga menggugat produsen mobil Esemka yakni PT Solo Manufaktur Kreasi yang berkantor di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Gugatan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara PN SKT-08042025051.

Aufaa Luqman (19) seorang pria asal Solo, Jawa Tengah melayangkan gugatan terkait produksi mobil Esemka ke Pengadilan Negeri Solo pada Selasa (8/4/2025) siang.©

Hal itu dikategorikan sebagai perbuatan wanprestasi oleh pihak penggugat. Seperti diketahui, wacana produksi massal Esemka sempat menguat saat Jokowi meresmikan pabrik perakitan mobil tersebut di Boyolali pada 6 September 2019 lalu.

Jokowi duduk di dalam Esemka Bima EV di IIMS 2023©

“Kami mewakili kepentingan hukum dari saudara Aufaa Luqman warga Solo yang menggugat tiga pihak,” paparnya, Selasa, dikutip dari TribunSolo.com.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-sebut-negara-berhak-sita-aset-hasil-korupsi/

“Sehingga dikategorikan sebagai perbuatan wanprestasi,” imbuhnya.

Kini, klien Sigit meminta ganti rugi materiil senilai Rp 300 juta lantaran tak dapat membeli dua buah mobil Esemka. Majelis Hakim PN Solo diminta untuk menyita aset PT Solo Manufaktur Kreasi jika gugatan perdata tak dikabulkan.

“Atas cedera janji itu, penggugat merasa dirugikan kepentingan hukumnya sehingga menggugat para tergugat itu paling rendah harga mobil Esemka pikap itu satunya Rp 150 juta. Karena dia ingin membeli 2 mobil makanya jadi Rp 300 juta rupiah,” sambungnya.

“Terhadap PT Solo Manufaktur Kreasi, penggugat meletakkan sita jaminan agar si tergugat memenuhi prestasinya apabila gugatan itu dikabulkan,” imbuhnya.

Diakui Sigit, kliennya telah menabung beberapa tahun untuk membeli dua mobil Esemka. Aufaa juga pernah mendatangi gudang Esemka pada tahun 2021 silam untuk survei.

“Memang sudah menabung dan sudah survei juga ke Sambi untuk melihat gudang mobilnya serta ketemu marketingnya,” ungkap Sigit.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-dan-najwa-shihab-soal-transparansi-pembahasan-uu/

“Kurang lebih tahun 2021 setelah covid mulai survei. Waktu itu tidak bisa masuk ke dalam, hanya di ruang lobi kemudian diajak ngobrol marketingnya terkait spek mobil,” jelasnya.

Diketahui, Aufaa merupakan adik dari Almas Tsaqibirru yang sempat disorot karena gugatan batas usia pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.

“Benar memang klien kami adik dari mas Almas Tsaqibirru. Iya, memang putra dari Bapak Boyamin Saiman,” pungkasnya.

 Produksi mobil Esemka pernah menjadi simbol harapan bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia. Mobil Esemka sempat digadang-gadang akan menjadi mobil nasional. Proyek ini awalnya dikembangkan oleh siswa SMK ketika Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

 Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kpk-dalami-pertemuan-djoko-tjandra-dan-harun-masiku/

Dulu sempat digembar-gemborkan, proyek tersebut kini justru dianggap gagal berlanjut. Bahkan, dengan pembatalan produksi massal, banyak pihak merasa dirugikan dan menganggap bahwa janji-janji yang pernah disampaikan terkait proyek ini tidak dipenuhi.

Hal ini menjadi salah satu alasan di balik tindakan hukum yang diambil oleh Aufaa Luqmana.

Seperti diketahui, Esemka, adalah perusahaan otomotif Indonesia yang berbasis di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Merek “Esemka” berasal dari singkatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenali upaya siswa dalam mengembangkan merek mobil asli.

Bicara soal mobil Esemka memang tak bisa lepas dari sosok Presiden Joko Widodo. Sebabnya, Jokowi yang mempopulerkan mobil Esemka kepada khalayak umum.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prabowo-tegaskan-tidak-ada-lagi-pertek-pertek/

Saat itu Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo. Ia mulanya memperkenalkan mobil rakitan anak-anak SMK di Solo itu sebagai mobol dinasya. Berkat SMK, nama Jokowi melambung di bursa pencalonan Pilkada DKI Jakarta 2012 hingga Pilpres 2014.

Namun, Jokowi pun hanya menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas Wali Kota Solo selama dua hari saja.

RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!