Jawa Barat. Suararadarcakrabuana.com – Kementerian Pekerjaan Umum mengidentifikasi 52 titik rawan banji, 53 titik rawan longsor di jalan nasional wilayah Jawa Barat menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rina Kumala Sari, mengatakan lokasi rawan mulai dari Bekasi dan Bogor.
“Titik rawan banjir itu adanya di Bekasi, kemudian di Parung, Bandung, Ciawi dan juga di Cibadak,” katanya saat ditemui di kantor UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Cirebon, Rabu, 11 Maret 2026.
Sejumlah wilayah rawan banjir terpantau mulai dari Parung hingga Bandung, lalu Pelabuhan Ratu hingga Surade. Selanjutnya juga di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Sindangbarang, Cidaun, Purwakarta, Sumedang, Cileunyi, Tasikmalaya, sekitar Palimanan, Cipatujah, Kalapagenep, dan Pangandaran.
Sedangkan wilayah rawan longsor berada di sekitar Cibinong hingga Cianjur, Cikembang, Tegalbuleud, Sindangbarang, Purwakarta hingga Sinumbra, sekitar Palimanan, Bojongloa, Cipasung, Kalapagenep, dan Pameungpeuk.
Rina mengatakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat telah mengantisipasi sejak awal soal banjir, hingga melakukan pembersihan saluran bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Untuk Bekasi, ini adalah banjir kawasan, sehingga perlu memang penanganan lebih intensif dan lebih luas,” tuturnya.
Tantangan mudik pada tahun ini salah satunya potensi cuaca hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir dan longsor. Selain itu mendukung potensi jalan rusak akibat tergerus air, selain juga didukung oleh kendaraan-kendaraan besar yang melintas.
Rina menuturkan, unit tugasnya telah menyiapkan alat Disaster Relief Unit (DRU) sebanyak 117 unit dan 31 unit alat UPR.
“Tersebar di lokasi-lokasi yang lawan bencana,” ucapnya.(12/3/2026)
Dia memastikan jalan yang terkena dampak bencana atau berlubang akan segera ditangani, langkah ini untuk memastikan kelancaran arus mudik yang sudah masuk H-10 Lebaran.
RS S,H/SRC




