Jakarta. Suararadarcakrabuana.com – Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Keuangan berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memperkuat pengawasan terhadap penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama pada program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan rencana pembentukan Satgas baru ini juga sudah disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kepada Presiden Prabowo.
“Jadi hal-hal yang terkait dengan penyerapan anggaran, Menkeu dengan Pak Menko sudah bicara kemarin dan mengusulkan kepada presiden untuk dibentuk semacam Satgas untuk percepatan program strategis pemerintah,” kata Suahasil saat ditemui di sela acara yang bertajuk ‘1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran’ di Jakarta Selatan.
Suahasil menyatakan, melalui pembentukan Satgas baru ini pemerintah dapat mengevaluasi lebih jauh seluruh proses belanja negara di semua instansi pemerintah, untuk pelaksanaan program prioritas Prabowo maupun program-program stimulus ekonomi lainnya.
“Nanti Pak Menko, Pak Menkeu yang akan mengkoordinasikan semuanya. Termasuk kita (jajaran Kemenkeu), kan ada beberapa program paket ekonomi dan stimulus ekonomi yang juga harus kita review lagi nih angka-angkanya,” jelas Suahasil.
Sebelumnya Badan Gizi Nasional mengembalikan dana untuk salah satu program prioritas Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 70 triliun karena berpotensi tidak terserap hingga akhir tahun 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana membeberkan, tahun ini BGN menerima alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun ditambah dana jaga-jaga Rp 100 triliun. Dari total anggaran tersebut, sebanyak Rp 99 triliun telah terserap.
Kata Dadan, dukungan pemerintah terhadap BGN akan meningkat tajam tahun depan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 268 triliun, menjadikan BGN sebagai lembaga dengan anggaran terbesar di jajaran kabinet.
Redaksi ; RS,SH




