Puluhan Warga Antre Sembako Tapi Bukan Korban Longsor

BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, memastikan warga yang terdampak langsung bencana longsor sudah tidak lagi berada di sekitar desa.

Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengatakan warga yang menerima uang kompensasi sebesar Rp10 juta dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengungsi ke luar wilayah desa.

Dana tersebut digunakan untuk mengontrak rumah selama dua bulan sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Yang dapat sudah tidak ada di sekitar desa. Sudah mengungsi keluar sudah mengontrak atau ke rumah saudara,” ujar Nur saat ditemui di Kantor Desa Pasirlangu, Rabu (28/1/2026).

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/update-longsor-cisarua-48-korban-ditemukan-32-masih-hilang/

Nur menjelaskan, penerima kompensasi Rp10 juta merupakan warga yang rumahnya hancur diterjang material longsor dan masih memiliki anggota keluarga yang selamat.

Sementara itu, warga yang seluruh anggota keluarganya meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta per kepala keluarga (KK).

“Kalau yang Rp10 juga ada yang diberikan langsung oleh pak gubernur, kalau yang dititip ke saya hanya dua KK saja,” tegasnya.

Adapun warga yang saat ini tampak mengantre bantuan sembako di Kantor Desa Pasirlangu, kata Nur, bukanlah korban terdampak langsung longsor.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/momen-kdm-turun-langsung-evakuasi-korban-longsor-di-cisarua/

Mereka merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana dan mengalami gangguan aktivitas mata pencaharian akibat longsor tersebut.

“Yang ramai bukan warga terdampak tapi warga yang terancam,” pungkas Nur.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, berjalan sesuai tahapan.

Setelah pemberian santunan dan evakuasi korban, pemerintah akan fokus pada relokasi warga serta pemulihan kawasan terdampak bencana.

“Jadi Cisarua kita terus ya, dan hari ini kita akan mulai menggeser ke arah analisis yang mungkin terjadi di luar Cisarua. Kalau yang musibah Cisarua sudah jelas konsepnya kan, yang meninggal kita akan santuni Rp25 juta terhadap ahli waris,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026)kemarin.

Baca juga ;https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-relokasi-warga-di-lokasi-longsor-bandung-barat/

Selain santunan, pemerintah juga menyiapkan relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak longsor. Bantuan biaya hidup selama dua bulan telah disalurkan sambil menunggu proses relokasi dilakukan.

“Rumah-rumahnya akan kita relokasi, biaya untuk hidup dua bulan sudah kita berikan, kemudian yang meninggal, yang terkubur terus dievakuasi, hari ini dicari,” kata Dedi.

Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!