Cirebon, Suararadarcakrabuana.com – Siswa SDN 2 Megu Gede sejak tahun 2019 ijazah ditahan karena belum lunas uang study tour Sekarangjmenjadi polemik ijazah tidak bisa di temukan raib. Salah satu guru bernama Yus mendatangi rumah siswa dan paksa orang tua wali murid tanda tangan di buku pengambilan ijazah.
Tindakan guru tersebut sangat sungguh Naif, bukan nya mencari solusi dengan baik, bahkan melakukan pemaksaan terhadap orang tua siswa untuk menada tangain pengembilan STTB, Hal tersebut bertujuan untuk menutupi kelalaiannya, kemudian membuat skenario bahwa ijazah sudah di ambil.
Peristiwa semacam ini menjadi sebuah tamparan buruk bagi dunia Pendidikan Kabupaten Cirebon, sudah jelas ijazah belum di ambil karena orang tua belum melunasi uang study tour. Karena tak bisa melunasi sehimgga ijazah berserta buku rapot tidak bisa di ambil hanya di kasih bukti kelulusannya.
Orang tua siswa mau mengambil ijazah anaknya , namun guru yang bernama Bu Yus selalu bilang ada tunggakan harus di selesaikan dan ada dugaan demi uang tunggak Bu Yus punya inisiatif ijazah di bawa pulang kerumahnya.
Bertujuan apabila orangtua murid membayar tunggakan menguntungkan bu Yus, bukannya menguntungkan bahkan sekarang menjadi ramai. Akibat dari kelalaian Bu yus menyimpan ijazah tersebut hingga Raib dan panik saat orang tua menanyakan ijazah anaknya yang ditahan.
Setelah mengetahui bahwa ijazahnya hilang dan tidak bisa ditemukan Bu yus merasa panik dan mencari cara seolah-olah ijazah sudah ambil., maka ia langsung mendatangi rumah wali murid pada hari Senin 01/09/2025 yang lalu.
Kemudian melakukan doktrin dan pembicraan macam macam Guru Yus brrtuijuan memaksa orang tua murid tanda tangan pengambilan ijazah..
“Bu yus mengiira setelah melakukan hal merasa aman dan mengamankan dirinya dari keserakahan demi uang sisa uang study tour ijazah di bawa pulang, dimana mestinya ijazah tetep di sekolah. “Ujar orang tua siswa.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/masyarakat-cipatujah-tuntut-transparansi-dana-desa/
Kepala sekolah SDN 1 Mege Gede Emon sapaan akrab saat di konfirmasi merasa bingung, karena diri nya baru 1 bulan menjabat plt dan tidak tau apa apa. Namun menurut informasi dari guru tahun 2019, bahwa ijazah sudah di ambil ada bukti tanda tangan pengambilan bahkan konon foto copy an ijazah ada dirumah.
Pihak orang tua murid membantah bahwa sudah melakukan pengambilan ijazah , mendengar pengakuan dari orang tua murid , maka Kepsek akan mempertanyakan kembali ke guru pada saat kelulusan tahun 2019
Namun yang memjadi polemik orang tua belum bisa menemui Bu yus yang sudah pindah ngajar entah ke mana, dari pihak SDN 1 Megu Gede bungkam tidak ada yang mau memberitahukan keberadaan guru Yus pindah ngajar kemana,
menurut pengakuan orangtua murid pada saat acara perpisahan guru meminta sumbangan kepada para siswa/i untuk kenangan kenangan.
Redaksi juga membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam media ini, sesuai dengan Pasal 5 dan 6 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.




