Seskab Teddy Dinilai Punya Modal Politik Dan Militer

JAKARTA. Suararadarcakrabuana.com – Menurut dari hasil survei terbaru Indikator Politik menunjukkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memperoleh sentimen positif dari mayoritas responden.

Angka kepuasan publik yang tinggi terhadap Teddy menjadi sorotan, mengingat posisinya bukan pejabat teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Merespons hal itu, Pengamat Politik dan Keamanan Universitas Paramadina, Febry Triantama menilai, capaian tersebut diperoleh karena peran besarnya di balik seluruh agenda kepresidenan dan pemerintahan yang dikawalnya dengan baik.

“Publik mengenal Teddy sebagai figur yang selalu berada di lingkar inti pemerintahan. Dia adalah ring satu Presiden, sering tertangkap kamera mendampingi Presiden. Hal ini melimpahkan persepsi positif dari para pendukung Prabowo terhadap dirinya,” kata Febry saat dihubungi melalui sambungan telepon (12/11/2025).

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/seskab-teddy-terima-kepala-bgn-bahas-jumlah-penerima-mbg/

Febry menambahkan, selain faktor kedekatan personal, Teddy juga dinilai memiliki efektivitas komunikasi politik yang baik. Hal itu turut memperkuat citranya di kalangan politisi.

“Dia (Teddy) beberapa kali tampil di ruang publik menjelaskan kebijakan pemerintah dan meredam kegaduhan politik yang bersumber dari pejabat istana,” ujarnya.

Febry menilai, konsistensi sentimen positif publik dari Teddy bukan tidak mungkin membuka peluang lebih besar bagi perwira menengah berpangkat Letkol tersebut di masa depan. Terlebih, jika Presiden Prabowo kembali maju di 2029, maka posisi Teddy semakin berpotensi menjadi lebih sentral.

“Kalau situasinya terjaga seperti sekarang, tentu peran Teddy pada 2029 akan makin penting,” yakin Febry.

Meski begitu, Febry mencatat, status Teddy sebagai perwira aktif TNI harus menjadi catatan penting. Sebab secara hukum, Teddy tidak boleh terlibat dalam politik praktis.

Baca Juga: https://www.suararadarcakrabuana.com/setkab-unggah-foto-prabowo-terima-surat-siswa-sekolah-rakyat/

Artinya, jika menjelang 2029 posisinya masih di pemerintahan, tentu harus dipertimbangkan dengan matang agar gerak-geriknya tidak menabrak aturan kemiliteran.

Kendati sebaliknya, jika Teddy ternyata lebih memilih pulang ke ‘barak’ sebelum tahun politik 2029, hal itu dapat membuktikan sisi profesionalismenya sebagai prajurit TNI dan membuka peluang karier kemiliteran yang lebih baik.

“Usianya masih muda dan sudah berpangkat letkol, sementara rekan-rekannya sebagian besar masih mayor. Jadi secara waktu, peluangnya untuk naik ke jenjang jenderal masih terbuka lebar. Kuncinya menjaga keseimbangan antara profesionalisme dan kedekatan politik,” Febry menandasi

Redaksi ; Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!