JAKARTA, SUARARADARCAKRABUANA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan rencananya untuk memberantas premanisme di Jawa Barat.
Ia menilai, permasalahan premanisme ini berkaitan dengan sumber daya manusia serta manajemen pengelolaan lingkungan yang belum baik.
Maka dari itu, Dedi menyiapkan sejumlah langkah untuk memberantas premanisme di Jawa Barat.
“Pertama, saya membuat tahapan adalah menyiapkan sumber daya industri baru di Jawa Barat,” ujar Dedi saat apel kesiapsiagaan Satgas Pemberantasan Premanisme di Karawang,
Menurutnya, orang-orang di Jawa Barat masih memiliki kelemahan di bidang tertentu, seperti Fisika, Kimia, dan Teknik Elektro.
“Untuk itu saya mendorong hari ini, untuk anak-anak Jawa Barat, satu, kursus, sudah saya siapin tuh selama 1 bulan sampai 3 bulan, itu kursus untuk jurusan yang dibutuhkan di kawasan industri baru dan kawasan Industri lama,” papar Dedi.
Kedua, Dedi menyatakan, dirinya akan mendorong penyiapan tenaga kelas baru.
“Yaitu dengan membuat pola pendidikan Diploma 4, yang itu nanti dimasukin ke sekolah manajer,” sebut Dedi.
Ia menjelaskan, dalam sekolah tersebut, calon manajer akan diajari bagaimana caranya menyiapkan sepatu, melipat baju, memakai dasi, cara berjalan, cara berbicara, sampai cara membungkukkan badan.
Dedi menyampaikan targetnya dengan rencana tersebut, yakni untuk melahirkan tenaga kelas menengah baru dalam beberapa tahun ke depan.
“Dalam waktu kurun 5 tahun ke depan, maka mereka nanti akan mengisi ruang-ruang industri,” kata Dedi.
Ia menyebut, industri yang dimaksudnya bukan hanya di pabrik atau industri di Jawa Barat, tetapi BUMN, juga industri di negara-negara lain.
Ketiga, Dedi juga berencana membuat bursa kerja. Calon tenaga kerja di Jawa Barat akan didata di lingkungan kecamatan, lantas para calon tenaga kerja bisa mencari melalui bursa kerja.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-rotasi-besar-besaran-pejabat-pemprov-jabar/
Dedi juga menyebut, ia akan berupaya mempermudah akses investasi dan mewujudkan keadilan distribusi pembangunan di Jawa Barat.
Ia akan mendorong agar masyarakat sekitar industri di Jawa Barat menjadi prioritas dasar pembangunan tahap pertama.
Dedi menginginkan, ketika ada pabrik industri di daerah Jawa Barat, masyarakat daerah sekitarnya juga harus sejahtera dan bebas dari masalah lingkungan.
Ia mencontohkan, jika ada pabrik yang berdiri di Jawa Barat, maka sekolah di sekitarnya harus berkelas nasional/internasional, tidak ada rumah rakyat miskin di sekitarnya, juga sumber air bersih yang baik.
“Kalau ada pabrik di sini, maka lingkungan masyarakatnya dipastikan tidak ada kekurangan gizi, tidak kekurangan protein, dan dipastikan rakyatnya tidak nganggur, itu skemanya,” jelas Dedi.
Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH





