Tragis Seorang Pria Sebatangkara Tewas Terpanggang Api

 CIREBON – Telah terjadi insiden kebakaran rmaha salah satu warga Blok Karanganyar, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Rumah tersebut dihuni oleh Suhendra yang dikenal ia sosok pemuda pendiam dan jalani kehidupan sederhana.

Almarhum Suhendra (44) hidup seorang diri di rumah kecilnya, menempati bangunan yang kini hanyalah tinggal puing dan arang akibat kebakaran.

Semasa hidupnya ia hidup sebatang tanpa kedua orang tua orang tua dan keluarga dekat, ia hanya mempunyai seorang paman yaitu Sunarso, yang tinggal di sebelah rumah.

Di mata Sunarso keponakannya bukan orang yang aneh, hanya saja menjalani kehidupan sederhana, jauh dari hiruk pikuk dan ambisi keduniawian,

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/sdn-2-megu-gede-tahan-ijazah-hingga-raib-bersama-guru-nya/

“Kesehariannya, ponakan biasa saja, nganggur. Dia tidak punya bapak ibu danjalani hidup seadanya. Setiap hari sendirian. Kalau makan baru ke rumah saya yang sebelahan ini,” ujar Sunarso saat berbincang dengan media di lokasi kebakaran, Kamis (23/10/2025).

Sunarso menegaskan, kabar yang menyebut Suhendra sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) , isu tersebut tidak sepenuhnya benar.

“Soal disebut ODGJ, sebenarnya tidak.”

 Sunarso, paman korban tewas akibat kebakaran di Blok Karanganyar RT 6/2, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, pada hari Kamis siang 23 oktober 2025.
Dalam peristiwa kebakaran rumah tersebut mengakibatkan satu orang meninggal meninggal dunia terpanggang api di dalam kamar, identitas korban kebakaran tersebut saorang pria bernama Suhendra.

“Cuma keterbelakangan mental saja, agak terlambat pikirannya. Kalau disebut gangguan jiwa juga bukan, cuma pemikirannya saja agak telat. Sejak lama ya kaya gitu,” ucapnya.

Sekarang kondisi rumah yang dulu menjadi tempat tinggal Suhendra, kini berubah menjadi lautan abu. Suhendra ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidurnya, setelah rumahnya dilalap si jago merah siang tadi

Bagi Sunarso kepergian ponakannya itu meninggalkan ruang sunyi yang sulit tergantikan.

“Kasihan dia, sendirian. Enggak nyangka bakal pergi kayak gini,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, suasana di Blok Karanganyar RT 6/2, Desa Palimanan Timur, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, mendadak mencekam, Kamis (23/10/2025) siang.

Asap tebal membumbung tinggi dari sebuah rumah sederhana yang terbakar hebat., Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut berlarian keluar sambil berteriak minta tolong.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/razia-gabungan-di-lapas-cirebon-wujud-komitmen-ketertiban/

Beberapa warga sekitar mencoba membantu untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya, Namun kobaran api sudah terlanjur membesar.

Di dalam rumah iyang terbakar tersebut, ada seorang pria berusia 44 tahun bernama Suhendra yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar tidurnya.

Kabid Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.50 WIB dari warga setempat.

“Ya, sekitar pukul 11.50 WIB Pos Jaga Damkar Palimanan mendapat laporan adanya kebakaran rumah tinggal di Blok Karanganyar,” ujar Eno di lokasi kejadian.

Mendapat laporan itu, tim Damkar langsung bergerak cepat.

“Kami berkoordinasi dengan Pos Weru, Pos Arjawinangun dan Pos Sumber untuk menuju TKP.”

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/evaluasi-dapur-mbg-sukabumi-sajian-tak-layak-dikonsumsi/

“Saat tiba, api sudah besar banget. Kami sempat kesulitan karena sumber air terbatas dan akses jalan juga sempit,” ucapnya.

Pemadam kebakarana menurunkan tiga armada mobil pemadam untuk menjinakkan api. Proses penanganan pemadaman api membutuhkan waktu cukup lama hingga akhirnya kobaran dapat dipadamkan.

Namun dalan peristiwa tersebut nasib malang yang menimpa penghuni rumah tidak terselamatkan

“Informasinya memang ada korban, satu orang laki-laki berusia sekitar 44 tahun. Saat ditemukan, kondisinya meninggal dunia dan hangus terbakar,dan ditemukan berada d tidur kamar, tapi belum diketahui sedang apa saat kejadian,” jelasnya.

Menurut Eno, korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.

“Dia sebatang kara, jadi saat kebakaran tidak ada yang bisa menolong,” katanya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kasus-pembunuhan-siswi-smp-di-purwakarta-terungka

Selain menewaskan satu orang, kebakaran itu juga menghanguskan satu unit sepeda motor. Beruntung, api tidak merembet ke rumah lain berkat kesigapan petugas.

“Alhamdulillah hanya satu rumah yang terbakar.Langsung kami sekat supaya tidak menjalar ke bangunan lain,” ujarnya.

Berdasarkan dari pantauan awak media di lapangan, proses evakuasi jasad korban berlangsung dramatis.

Dari Tim Inafis Polresta Cirebon baru tiba dua jam setelah peristiwa kebakaran, kondisi jasad korban yang gosong terlihat jelas dari sisi kiri rumah.

Ketika jasad korban dimasukkan ke kantong jenazah putih, suasana di lokasi kian hening. Dari beberapa warga menunduk, sementara petugas segera membawa jenazah ke rumah sakit untuk proses lebih lanjut.

Kebakaran ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok pendiam. Kini, puing-puing rumahnya menjadi saksi bisu atas peristiwa tragis yang merenggut nyawanya siang itu.

RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *