160 Ribu Warga Cirebon Bergantung Pada Sektor Manufaktur

CIREBON.Suararadarcakrabuana.com – Pertumbuhan industri di Kabupaten Cirebon terus diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Pemerintah daerah mendorong masuknya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat sektor manufaktur.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan peningkatan investasi harus diikuti dengan semakin besarnya penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, keberadaan industri menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat.
“Harapannya, sebanyak mungkin investasi di kita bisa menyerap tenaga kerja di kita,” kata Novi kepada Cirebon Bribin, Sabtu, 22 Agustus 2016.
Ia menyebut, sekitar 160 ribu orang di Kabupaten Cirebon menggantungkan pekerjaan pada sektor manufaktur.
“Data di Disnaker kurang lebih 160 ribu orang menggantungkan pekerjaannya di sektor manufaktur perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon. Nah, itu yang kita jaga, grafiknya terus meningkat,” sebut Novi.
Novi menjelaskan, penyerapan tenaga kerja sektor manufaktur tersebar di wilayah barat dan timur Kabupaten Cirebon. Namun, perkembangan kawasan industri yang sesuai dengan tata ruang saat ini lebih banyak mengarah ke wilayah timur.
“Yang tumbuh berkembang sesuai tata ruangnya adalah di wilayah timur,” jelasnya.
Menurut Novi, salah satu investasi baru dari perusahaan asal China bahkan diproyeksikan membuka peluang kerja dalam jumlah besar.  Perusahaan tersebut bergerak di sektor industri alas kaki dan tengah memproses pembangunan di Kabupaten Cirebon.
Pihak manajemen perusahaan, kata dia, menyampaikan kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar 20.000 pekerja. Investasi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa ekspansi industri dapat memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.
“Beberapa minggu kemarin juga Alhamdulillah, Salah satu perusahaan dari China sedang memproses pembangunan. Salah satunya industri alas kaki, kurang lebih mungkin 20.000 pekerja, disampaikan oleh pihak manajemen,” ujarnya.
Ia menilai investasi tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk memperoleh pekerjaan. Pemerintah daerah juga berkepentingan menjaga agar pertumbuhan industri tetap memberikan manfaat bagi tenaga kerja lokal.
“Ini bukti bahwa kesempatan kerja, peluang kerja masyarakat Kabupaten Cirebon mencari kerja akan lebih luas dan lebih terjaga lagi,” kata Novi.

Salah satu perusahaan manufaktur asal China yang telah beroperasi di wilayah timur Kabupaten Cirebon adalah PT Yihong Novatex Indonesia. Perusahaan yang bergerak dalam produksi alas kaki tersebut menggandeng Disnaker dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Direktur PT Yihong Novatex Indonesia, Mr. Jack Feng, mengatakan perusahaan memanfaatkan sistem rekrutmen secara daring melalui situs resmi Disnaker Kabupaten Cirebon.
“PT Yihong Novatex Indonesia merekrut karyawan itu melalui sistem online di situs website Disnaker,” kata Jack.
Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja terlebih dahulu ditentukan berdasarkan posisi yang tersedia. Perusahaan kemudian menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Disnaker, termasuk kualifikasi calon pekerja, pengalaman kerja, maupun kebutuhan tenaga kerja baru.
“Ketika ingin merekrut karyawan, divisi mana yang dibutuhkan, pengalaman atau orang baru, biasanya manajemen perusahaan memasang iklan terlebih dahulu bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring. Calon pekerja dapat melamar dengan memindai kode batang atau barcode yang disediakan perusahaan.
“Di situ orang kalau mau melamar harus scan barcode, dan kita online interview tanpa pungutan biaya sama sekali, seratus persen gratis,” jelas Jack.
Jack mengatakan perjalanan investasi PT Yihong Novatex Indonesia di Kabupaten Cirebon tidak selalu berjalan mulus. Namun, manajemen tetap optimistis terhadap prospek perusahaan di daerah tersebut.
Ia berharap seluruh pekerja dan manajemen dapat membangun kerja sama yang solid untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.miliki rencana menambah tenaga kerja seiring dengan rencana ekspansi usaha.
“Untuk saat ini proses rekrutmen kita yang sudah tercapai ada sekitar 60 persen dari target kita. Artinya, ke depan kita masih ada rekrut lagi,” ujarnya
Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!