artikel. Suararadarcakrabuan.com – Tanpa disadari Masyarakat mengkonsumsi makanan atau minuman tinggi gula bisa berdampak negatif untuk kesehatan tubuh, khususnya pada kadar gula darah dan jantung.
Ada beberapa tanda tubuh kelebihan gula yang akan dialami, seperti merasa sangat lapar meskipun sudah makan, kelelahan, tekanan darah tinggi, dan kulit berj
Anda yang mengonsumsi gula secara berlebihan perlu segera membatasi asupan gula, minum air putih lebih banyak, berjalan kaki, dan memilih makanan utuh. Untuk lebih jelasnya, ketahui ciri-ciri tubuh kelebihan gula dan cara mengatasinya berikut ini
Disarikan dari Everyday Health, berikut adalah ciri-ciri tubuh kelebihan gula yang perlu diwaspadai.
1. Perubahan suasana hati
Salah satu studi menunjukkan bahwa konsumsi gula secara berlebihan bisa menyebabkan inflamasi, memperburuk suasana hati, dan meningkatkan gejala depresi.
2. Lelah dan lemas
Gula adalah salah satu sumber energi yang cepat diserap oleh tubuh sehingga dalam waktu 30 menit setelah mengonsumsinya akan menyebabkan rasa lapar, lemas, dan lelah.
3. Ingin makan yang manis-manis (sugar craving)
Makan atau minum manis secara berlebihan dapat meningkatkan kadar dopamin di dalam otak sehingga akan membuat tubuh ingin mengonsumsinya lagi dan lagi.
4. Lapar terus-menerus dan berat badan meningkat
Tubuh akan membakar gula yang dikonsumsi dengan cepat dan meningkatkan rasa lapar.
Selain itu, konsumsi makanan atau minuman manis bisa meningkatkan berat badan, baik pada anak-anak dan orang dewasa.
5. Makanan atau minuman terasa tidak manis
Konsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan akan membuat otak terbiasa dengan kadar gula yang tinggi sehingga konsumsi makanan atau minuman lainnya akan terasa kurang manis atau hambar.
6. Jerawat dan keriput
Tanda-tanda tubuh kelebihan gula lainnya adalah jerawat dan kulit keriput.
Pasalnya, konsumsi gula berlebih dapat membuat tubuh memproduksi Advanced Glycation End Products (AGEs) yang memicu penuaan dini.
7. Tekanan darah tinggi
Salah satu bahaya konsumsi gula berlebihan berlebihan adalah peningkatan tekanan darah tinggi.
Pasalnya, gula dalam jumlah besar dapat merusak dinding pembuluh darah yang berpengaruh pada tekanan darah.
8. Gangguan tidur
Beberapa penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi gula berlebihan dapat mengganggu siklus tidur dan kualitas tidur.
9. Nyeri sendi
Konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu inflamasi sistemik sehingga meningkatkan risiko nyeri sendi.
10. Gangguan pencernaan
Asupan gula yang terlalu tinggi dapat memperparah gejala gangguan pencernaan, seperti sakit perut, kram, dan diare.
Konsumsi gula secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan penyakit gusi.
12. Sulit berpikir jernih
Sulit berpikir jernih (brain fog) dapat terjadi karena asupan gula berlebih dapat meningkatkan inflamasi di dalam otak sehingga akan berdampak negatif pada fungsi kognitif dan suasana hati.
Asupan makanan dan minuman tinggi gula dalam jangka panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh dan memicu beberapa kondisi di atas.
Cara mengatasi tubuh kebanyakan gula
Batas konsumsi gula per hari menurut WHO (World Health Organization/Organisasi Kesehatan Dunia) adalah 10 persen dari asupan energi harian, atau setara dengan 12 sendok teh (50 gram) gula per hari untuk orang dewasa.
Konsumsi gula secara berlebihan bisa diatasi dengan mengubah pola makan dan kebiasaan. Dilansir dari Eating Well, terdapat beberapa cara mengatasi tubuh kebanyakan gula, yakni:
- Membatasi asupan gula harian
- Memilih makanan utuh (whole food) yang dibuat dengan bahan-bahan segar
- Minum air putih lebih banyak
- Berjalan kaki setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis
- Melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi dan yoga, untuk menurunkan gula darah tinggi dan mengurangi kecemasan
Dengan memperhatikan apa tanda-tanda tubuh kelebihan gula di atas, Anda bisa melakukan tindakan pencegahan dengan segera.
Meskipun konsumsi gula baik untuk tubuh, membatasi asupannya per hari adalah hal yang bijak sehingga kesehatan tubuh bisa tetap terjaga.
Semoga Artikel ini bermanfaat untuk masyarakat selryh Indonesia, agar bisa menjag kesehatan dan pola makan kesharianya.
Penulis Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH




