Dedi Mulyadi Apresiasi Kinerja Polri Dan Komitmen Sopir Angkot

Jawa Barat. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian atas upaya mereka dalam mengawal kelancaran arus lalu lintas selama mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 1446 Hijriah.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kepadatan masih terjadi di beberapa titik jalur mudik dan wisata di Jawa Barat akibat tingginya volume kendaraan yang melintas.

“Terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah melakukan tindakan-tindakan nyata dan terukur sehingga kemacetan, walaupun masih ada karena jumlah kendaraan banyak, relatif bisa diurai,” ujar Dedi dalam rekaman video yang diterima Kompas.com, Kamis (3/4/2025).

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-segel-eiger-camp-akan-hitung-kerugian-negara/

Gubernur juga mengapresiasi para sopir angkot dan sejenisnya di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, dan Cipanas, Kabupaten Cianjur, yang telah mematuhi kebijakan untuk tidak beroperasi sebelum dan sesudah Lebaran.

Sebelumnya, mereka menerima kompensasi berupa uang tunai senilai Rp 3 juta yang dibagikan dalam dua tahap untuk mendorong mereka tetap di rumah selama periode tersebut.

Menurut Dedi, kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik dan wisatawan.

Ia mencatat bahwa kendaraan masyarakat tidak lagi berdesak-desakan di jalur tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih pada ketaatan sopir angkot di jalur Puncak, jalur Cipanas yang sudah berani melaksanakan titah yang saya lakukan untuk tinggal di rumah atau bersama keluarga tidak narik dan sudah relatif mengurangi beban kemaren, horor yang biasa terjadi di puncak,” katanya.

Namun, Dedi juga menyinggung kemacetan yang terjadi di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, selama musim libur Lebaran saat ini.

Ia mengakui bahwa tidak ada kebijakan serupa bagi sopir angkot di kawasan tersebut.

Namun, ia mempertimbangkan untuk meliburkan angkot dan sejenisnya di masa mendatang guna menjaga kelancaran arus lalu lintas pada hari raya dan libur panjang.

Saat ini, Dedi menjelaskan bahwa pihaknya sedang menghitung biaya yang diperlukan untuk memberikan kompensasi kepada sopir angkot, becak, delman, dan lainnya.

Ia menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya akan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemprov Jabar, tetapi juga melibatkan kontribusi dari pihak swasta.

“Pemberlakuan untuk libur bagi sopir angkot, tukang becak, ojek mudah-mudahan. Kita sedang menghitung berapa pembiayaan setiap tahun, pasti juga banyak pihak yang akan membantu, bukan hanya pemerintah, dan swasta, misalnya Bank Jabar peduli juga akan memberikan supporting,” tuturnya.

Dedi juga meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak kemacetan selama musim mudik dan libur tahun ini.

Ia berjanji akan segera melakukan evaluasi untuk perbaikan ke depannya.

“Untuk itu mohon maaf atas kekurangan kami sebagai pimpinan masyarakat Jabar, seluruh wisatawan, dan para pemudik yang melewati jalur di Jabar, mohon maaf masih banyak kekurangan dan seluruh kekurangan itu adalah merupakan kelemahan-kelemahan kami yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Redaksi ; Rakhmat sugianto,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!