Polisi Ungkap Fakta Kasus Kematian Satu Keluarga Di Indramayu

INDRAMAYU. Suararadarcakrabuana.com  – Kasus penemuan lima jenazah satu keluarga yang terkubur dalam satu lubang di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, terus menimbulkan duka sekaligus tanda tanya besar. Polisi menyebutkan, dugaan kuat para korban adalah hasil tindak pidana pembunuhan.

“Dugaan kuat, para korban adalah hasil tindak pidana pembunuhan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan dalam keterangan resminya yang diterima, Rabu (3/9/2025).

Ia mengatakan, temuan itu dibenarkan setelah mendapat laporan resmi dari Polres Indramayu yang sejak Senin (1/9) menangani kasus tersebut.

Dari laporan tersebut, lima korban ditemukan terkubur di halaman belakang rumah, seluruhnya merupakan satu keluarga.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polres-indramayu-tangkap-58-diduga-pelaku-perusuhan/

Identitas korban adalah Sachroni (76), anak kandungnya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37), serta dua cucu korban, Ratu Khairunnisa (7) dan Bela (10 bulan).

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa cangkul, ember, dan sprei bercak darah.

“Saat ini, kami terus mengembangkan penyidikan terkait kasus temuan lima jenazah tersebut,” ucapnya.

Tim Inafis Polda Jabar bersama jajaran Polres Indramayu sudah melakukan olah TKP lanjutan.

Pemeriksaan difokuskan di halaman belakang rumah, tepat di bawah pohon nangka, lokasi di mana jenazah ditemukan terkubur.

Sementara itu, suasana duka mendalam mewarnai prosesi pemakaman kelima korban di Tempat Pemakaman Umum Nyairesik, Desa Sindang, Rabu siang.

Suasana duka mendalam menyelimuti pemakaman lima jenazah korban dugaan pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Indramayu, Rabu (3/9/2025). Pantauan di lokasi, setelah disalatkan di Masjid Madania, Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, jenazah langsung dibawa ke Tempat Pemakaman Keluarga, Nyairesik, Sindang

Setelah disalatkan di Masjid Madania, jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans menuju peristirahatan terakhir.

Isak tangis pecah ketika peti jenazah diturunkan satu per satu, liang lahat yang sudah disiapkan berjejer untuk menguburkan mereka berdampingan. Jenazah Haji Sahroni dimasukkan pertama kali, disusul Budi, Euis, Ratu dan terakhir seorang bayi mungil.

“Semua merasa berat, semua merasa kehilangan. Itu keluarga baik, apalagi ini kehilangan satu keluarga sekaligus,” ucap Agus Suhendi (51), kerabat korban, di area Masjid Madania.

Menurut Agus, pemakaman di Sindang merupakan permintaan almarhum Haji Sahroni semasa hidup. Namun hingga kini, pihak keluarga belum menerima kepastian dari polisi terkait siapa pelaku.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/masyarakat-ambulu-gotong-royong-perbaiki-jalan-kabupaten/

“Kalau soal informasi adanya tersangka, kalau kabar burung memang ada. Tapi aparat hukum belum ada rilis resmi,” katanya.

Diketahui, warga Kelurahan Paoman sebelumnya digegerkan bau busuk yang berasal dari halaman rumah korban. Kecurigaan muncul setelah komunikasi keluarga Sahroni dengan tetangga mendadak terputus sejak Kamis pekan lalu.

Sejumlah warga yang mendobrak pintu rumah mendapati kondisi sepi, dari samping rumah, seorang warga mencium bau menyengat. Setelah dicek, terlihat bagian kaki manusia yang terkubur. Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Polisi kini sudah memeriksa lima saksi. Namun motif pembunuhan hingga saat ini masih misterius dan menjadi teka-teki, baik bagi aparat maupun warga Indramayu.

Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!