Polda Jabar Tangkap Bandar Narkoba Internasional Sita 21,5Kg

BANDUNG. Suararadarcakrabuana.com  – Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jabar Kombes Pol Albert RD menegaskan komitmennya dalam memberantas sindikat narkotika.

Sepanjang Oktober 2025, operasi besar-besaran berhasil menyita barang bukti dalam jumlah fantastis, yakni 21,5 kilogram sabu-sabu, 38,7 kilogram tembakau sintetis, dan 236.198 butir obat keras tertentu.

Albert menuturkan, dalam pengungkapan ini para bandar dan pengedar kini nekat mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan menggunakan peluru kaliber 7,62. Polisi pun mengirim pesan tegas yaitu negara tidak akan pernah kalah.

“Ini menunjukkan bahwa jajaran Reserse Narkoba seluruh Jawa Barat tidak main-main. Apalagi sekarang para pengedar atau bandar ini melengkapi dirinya dengan senjata api,” kata Albert dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polda-jabar-tangani-dugaan-kasus-tppo-di-sukabumi/

Albert menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ampun sedikit pun. Jika para pelaku berani membahayakan nyawa petugas atau masyarakat, tindakan tegas dan terukur siap ditembakkan.

“Kalau mereka sudah berani mempersenjatai diri untuk membela diri, kami akan dua kali lebih melaksanakan tindakan tegas dan terukur. Tidak ada urusan!,” tegasnya.

Operasi pemberantasan ini, lanjut Albert, sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045.

Tanah Pasundan harus bersih dari cengkeraman narkoba yang merusak masa depan bangsa.

Fakta lainnya, kata Albert, jaringan raksasa ini ternyata memiliki operator dan kurir di lapangan, sementara sang bandar utama mengendalikan operasinya dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

“Untuk bandarnya, sedang dalam proses, ada di dalam lapas. Sehingga sekarang sedang dalam proses pemeriksaan,” ucapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polisi-tangkap-pengedar-tembakau-sintetis-jenis-narkotika/

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan pihaknya akan meningkatkan koordinasi intensif dengan pihak Lapas di bawah Kemenkumham.

“Jaringan ini masih dikendalikan sebagian juga dari mereka (narapidana). Tentu ini menjadi perhatian khusus sehingga peredaran gelap narkotika ini tidak terus berkembang. Negara tidak boleh kalah dan menyerah!” ujar Hendra.

Ia mengungkapkan, barang bukti sabu-sabu yang diamankan bukan kualitas sembarangan. Berdasarkan kemasannya, sabu ini berasal dari jaringan internasional Golden Triangle (Segitiga Emas) yang meliputi Cina, Myanmar, dan Thailand.

“Jadi grade-nya yang paling terbaik. Dari jaringan Golden Triangle tadi itu Bintang 5. Ini grade yang paling bagus, memberikan efek halusinasi yang paling luar biasa,” kata Hendra.

Para tersangka ini pun terancam pidana mati untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Redaksi ; RS,SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!