Jakarta.Suararadarcakrabuana.com – Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengklaim telah menangani 250 kasus premanisme di Jakarta. Dari ratusan kasus tersebut, polisi menetapkan 348 orang sebagai tersangka.
“Tahun 2025 terdapat 250 kasus dengan 348 tersangka,” ujar Ditreskrimum polda metro jaya
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin dalam agenda Rilis Akhir Tahun Polda Metro Jaya di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 31 Desember 2025.
Dia mengklaim operasi premanisme yang dilakukan Polda Metro Jaya efektif menindak pelaku kejahatan dan pelanggaran seperti parkir liar dan pungutan liar. Iman mengatakan penindakan atas premanisme itu menjadikan ruang publik yang sebelumnya rawan intimidasi dan pemerasan menjadi lebih aman dan nyaman.
Dengan situasi itu, lanjut Iman, dapat tercipta iklim keamanan yang kondusif dan berperan pada pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Menurut Iman, penanganan premanisme di Jakarta itu dilakukan dengan berkolaborasi bersama Tentara Nasional Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, dan unsur masyarakat lain secara pro aktif.
“Hal ini kami tanam terus, pupuk terus untuk partisipasi aktif dari masyarakat untuk menjaga bersama-sama menjaga Jakarta tetap damai,” ujarnya. (3/1/2026)
Polri sebelumnya mengklaim operasi premanisme kewilayahan yang dilakukan sejauh ini telah berjalan dengan baik. Wakapolri Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo yang saat itu masih menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri menyatakan klaim ini didasari hasil survei Indikator Politik Indonesia.
“Berdasarkan hasil survei, 67 persen masyarakat puas; 8,1 persen sangat puas dan 59,3 persen cukup puas terhadap kinerja polri,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat, 3/1/2026.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/43-polisi-dilaporkan-ke-kpk-dugaan-pemerasan/
Dedi Prasetyo menyampaikan, dalam upaya memberantas aksi premanisme, Polri menggelar operasi secara sistemik. Pihaknya berkomitmen untuk mengerahkan struktur Polri dari tingkat Markas Besar (Mabes) hingga Polsek guna mencegah gangguan yang ditimbulkan oleh premanisme.
“Operasi sistematis akan terus diperkuat guna menciptakan ekosistem keamanan yang berkelanjutan sesuai harapan masyarakat,” pungkasnya.
Wonk Alit




