KDM Minta Lucky Hakim Data Warga Pencari Koin di Kali Sewo

CIREBON, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meminta Bupati Indramayu, Lucky Hakim mendata warga yang selama ini terbiasa mencari koin di kawasan Jembatan Kali Sewo, pada Sabtu (14/3/2026) siang.

Dedi berencana menerapkan skema penghentian tradisi selama arus itu dengan metode kompensasi yang diterapkan di Kabupaten Cirebon.

Permintaan itu langsung Dedi sampaikan usai memberikan kompensasi terhadap ratusan tukang becak yang diminta libur saat arus mudik, di Polsek Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu siang. Dedi menyebut langkah ini harus dilakukan di tengah arus mudik di jalur pantura Kabupaten Indramayu.

“Sekarang begini, saya minta Bupati Indramayu melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kali Sewo untuk mencari koin yang jatuh. Itu kan tradisi yang sudah puluhan tahun,” kata Dedi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-informasikan-tarif-pajak-kendaraan-di-jawa-barat/

Menurut Dedi, tradisi mencari koin di Kali Sewo memang telah berlangsung puluhan tahun. Banyak pengendara yang melintas sengaja melempar uang logam ke sungai atau pinggir jalan, lalu warga berebut mengambilnya. Namun, aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama ketika arus kendaraan meningkat drastis selama musim mudik.

“Sekarang gini, saya minta Bupati Indramayu segera melakukan pendataan terhadap warga yang biasa mangkal di Kali Sewo untuk mencari koin yang jatuh,” kata Dedi saat ditemui usai kegiatan di Polsek Gempol, Sabtu siang.kemarin

Ia menuturkan, kegiatan itu sudah menjadi tradisi yang berlangsung puluhan tahun. Selama ini, aparat kepolisian setempat kerap menertibkan warga yang turun ke jalan untuk mencari koin.

Namun, setelah dibubarkan, mereka kembali datang sehingga persoalan itu terus berulang. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencoba mencari solusi alternatif dengan memberikan kompensasi kepada warga yang biasanya mencari koin di lokasi tersebut.

“Saya coba pikirkan alternatif, saya kasih kompensasi deh, selama musim mudik ini mereka tidak melakukan aktivitasnya. Minimal itu dulu, begitu ya Pak Bupati Lucky,” ucap Dedi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kebijakan-baru-samsat-depok-bekasi-tanpa-bpkb-asli/

Skema penghentian sementara ini rencananya berlaku selama puncak arus mudik dan balik Lebaran. Kebijakan ini serupa dengan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sebelumnya memberikan bantuan kepada para tukang becak yang beroperasi di Pantura Cirebon agar tidak beroperasi sementara selama masa mudik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai, aktivitas warga yang turun ke jalan untuk mencari koin dengan cara menyapu sangat membahayakan, terutama saat volume kendaraan arus mudik meningkat tajam di jalur Pantura. Ia mengatakan, keselamatan warga menjadi perhatian utama pemerintah dalam pengaturan arus mudik tahun ini.

“Selain bisa mengganggu kelancaran lalu lintas, yang paling dikhawatirkan adalah keselamatan saudara-saudara kita yang berada di pinggir jalan. Saat arus mudik, jumlah kendaraan sangat banyak,” kata Dudy yang juga menghadiri prosesi pemberian kompensasi di Polsek Gempol.

Karena itu, Kementerian Perhubungan berharap aktivitas tersebut dapat dihentikan sementara selama periode mudik demi menghindari potensi kecelakaan lalu lintas.

Dengan adanya pendataan dan rencana pemberian kompensasi, pemerintah berharap warga setempat tidak lagi turun ke jalan untuk mencari koin selama arus mudik berlangsung sehingga keselamatan mereka dan para pemudik tetap terjaga. Begitupun dengan arus lalu lintas di jalur Pantura agar tetap lancar.

Wonk Alit/ SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!