Jakarta, Suararadarcakrabuana.com – Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan produksi dan peredaran gas Nitrous Oxide (N2O) ilegal bermerek Whip Pink. Diketahui, produk ini ditemukan dalam tempat kejadian perkara (TKP) meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Januari 2026 lalu.
Dalam operasi yang berlangsung pada 13-14 April 2026, polisi menggerebek tiga lokasi berbeda di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Perusahaan pengelola, PT Suplaindo Sukses Sejahtera dipastikan tidak mengantongi izin edar BPOM.
“PT Suplaindo Sukses Sejahtera belum memiliki legalitas dan izin edar BPOM terkait produksi dan penjualan produk Gas N2O Merek Whip Pink,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).
1. Ribuan tabung Whip Pink disita
Dari penggerebekan di sebuah kontrakan di Jakarta Timur, dua ruko yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat dan Pademangan Jakarta Utara, polisi menyita ribuan tabung gas N2O siap edar dengan berbagai varian rasa dan ukuran berat. Di antaranya, 1.784 tabung berbagai varian dengan berat 640 hingga 5.100 gram.
Selain itu, ditemukan 274 tabung kosong yang siap diisi ulang, ribuan nozzle, mesin pengisi otomatis, mesin press hingga cairan perasa buah.
“Tim juga menemukan produk gas N2O merek Whip pink berbagai varian berat yang sudah siap edar, kardus pengemasan, label plastic pink bertuliskan Whip pink berbagai varian berat, sticker untuk kemasan produk, Hot Gun serta timbangan,” ujar Eko.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pabrik-narkoba-zenix-di-semarang-di-gerebek-polisi/
2. Sembilan orang pegawai diperiksa
Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sembilan orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Mereka adalah Etikasati sebagai admin Whip Pink, Slamter Triyoni sebagai operator mesin pengisian gas N2O, Sulton dan Suprastyo sebagai petugas packing.
Selain itu, Asep Saprijal selaku pengawas produk, Sugiyo sebagai petugas gudang, Nanang Hendrik sebagai driver pengiriman, Ali Ramdani dan Pendi yang merupakan karyawan percetakan.
“Diketahui bahwa yang mengatur jalannya operasi dari rekrutmen karyawan, pelaporan hasil produksi adalah saudara Sanjaya,” ujar Eko.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polda-jabar-tegaskan-sikat-habis-warung-tramadol/
3. Pemilik pabrik yakni Andi Hioe, Sencen dan Jason Hioe
Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa pemilik dari lokasi produksi dan gudang pengiriman Gas N2O merk Whip pink adalah Andi Hioe, Sencen dan Jason Hioe.
Meskipun beroperasi tanpa izin resmi, bisnis Whip Pink memiliki jaringan distribusi yang sangat luas mencakup 16 gudang di 10 kota besar di Indonesia. Keuntungan yang diraup sangat fantastis dalam kurun waktu lima bulan terakhir mencapai Rp21,3 miliar.
“Dalam modus penjualan produk Whip Pink, admin yang mengatur proses pengantaran barang berupa produk Whip pink kepada pembeli dengan menghubungi gudang terdekat dari alamat pembeli, dan memesankan ojek online untuk melakukan pengambilan pada gudang tersebut,” ujar Eko.
( Ripah/RS S,H/SRC }




