Menkomdigi Kukuhkan 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029

JAKARTA, Suararadarcakrabuana.com.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengukuhkan sembilan anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026-2029, Rabu (26/8/2026).

Kesembilan anggota KPI tersebut ialah Tulus Santoso, Andi Sukmono, Fuji Samantha, Widhie Kurniawan, Aliyah, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, Amin Shabana, dan Muhammad Hasrul Hasan.

Pengukuhan tersebut dilakukan di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), pengukuhan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria serta sejumlah direktur jenderal di lingkungan Komdigi.

“Saya, Menteri Komunikasi dan Digital, dengan ini secara resmi mengukuhkan Saudara-saudari dalam jabatan Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Pusat periode tahun 2026-2029,” ucap Meutya Hafid, saat melakukan pengukuhan anggota KPI, Rabu.(26/8/2026)

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/menkomdigi-buka-suara-soal-kasus-yogi-starlink-di-mentawai/

Meutya menyampaikan bahwa seleksi calon anggota KPI Pusat periode 2026-2029 diikuti 702 pendaftar.  Ia menuturkan, jumlah pendaftar tersebut merupakan yang terbesar dalam sejarah seleksi calon anggota KPI.

“Artinya animo masyarakat yang amat luas, perhatian publik terhadap kualitas penyiaran yang juga tinggi, dan tentu ini menjadi pertanda dan penegasan bahwa tugas di pundak Bapak Ibu sekalian tidak mudah.

Karena ini menunjukkan bahwa masyarakat menaruh harapan yang tinggi terhadap keberadaan dan juga tugas-tugas yang dilakukan oleh teman-teman Anggota Komisi Penyiaran Pusat,” ungkapnya.

Ketua KPI Pusat Muhammad Hasrul Hasan memastikan komitmennya mendorong lembaga penyiaran agar tetap menjadi rujukan masyarakat dalam memperoleh informasi.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/komdigi-minta-klarifikasi-meta-soal-suspend-massal-wa/

“Karena itu, kualitas isi siaran harus terus diperbaiki agar semakin sehat, berkualitas, mencerdaskan, dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Hasrul.

Namun, Hasrul menuturkan, KPI juga memiliki kepentingan untuk menciptakan iklim penyiaran yang sehat.

“Saya sadar, kerja ini tidak dapat dilakukan KPI sendiri. Karenanya KPI akan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan penyiaran, termasuk juga masyarakat, agar mimpi menghadirkan ekosistem penyiaran yang berkualitas dan mendukung demokrasi yang sehat dapat terwujud,” tutur Hasrul.

Wonk alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!