JEMBER, Suararadarcakrabuana.com – Perihal ada kabar meninggalnya anggota TNI di Kabupaten Jember karena minuman keras (miras) pada 28 Desember 2025 lalu, ditepis oleh Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letnan Kolonel Arm Indra Andriansyah.
Diberitakan sebelumnya, pesta miras di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang pada 27 Desember 2025, menewaskan enam dari delapan orang.
Lalu, sempat beredar kabar bahwa salah satu korban diduga adalah anggota TNI. Indra menegaskan bahwa penyebab kematian personel Bintara Pembina Desa (Bhabinsa) Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Sersan Kepala (Serka) Putu Menaka karena henti jantung.
“Berdasarkan hasil resume medis yang dapat dipertanggungjawabkan bahwasanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Serka Putu meninggal karena minuman keras adalah tidak benar,” kata Indra dalam konferensi pers di Makodim 0824 Jember, (7/1/2026).
Menurut Pejelasannya, anggota TNI tersebut meninggal di Rumah Sakit Baladhika Husada (RS DKT) Jember dan tidak ada laporan medis meninggal karena miras.
Korban Tewas akibat Ledakan Amunisi di Garut Jadi 13 Orang, Prosedur Pemusnahan Diselidiki Artikel Kompas.id Namun, Indra mengaku masih menunggu hasil penyelidikan terkait jam dan tujuan keberadaan Serka Putu di lokasi pesta miras.
“Kami menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi-saksi. Karena saksi-saksi ini bahkan tidak lengkap, ada yang sudah meninggal. Kemudian juga kita juga perlu melakukan pendalaman itu lagi,” ujar Indra.
Keterangan Dokter Sementara itu, dr. Deny Febriwijaya Romadhan, dokter yang memeriksa Serka Putu menyampaikan bahwa pasien datang ke IGD RS DKT Jember pada 28 Desember 2025 pukul 20.48 WIB, dengan keluhan sesak nafas. Serka Putu, menurut dia, datang didampingi istri dan langsung dilakukan tindakan medis pertama dengan pemberian oksigen.
“Setelah itu kami lakukan pemeriksaan kita lakukan tensi kemudian disaturasi oksigen didapatkan bahwa tensinya agak tinggi 202/121,” kata Deny.
Polisi Selidiki Kandungan Minuman Deny mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, saturasi oksigennya pun menurun. Menurut dia, Serka Putu mengeluh sesak nafas sejak pagi disertai batuk.
“Memang pasien punya riwayat sesak, batuk, dan juga darah tinggi,” ujarnya.
Deny menyebut, sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis paru-paru dan jantung lantas diterapi. Serka Putu pun sempat dipindah ke ruang ICU pukul 22.00 WIB. Namun, kondisinya semakin kritis dan tekanan darahnya justru turun menjadi 70/44.
“Artinya kondisinya sangat turun drastis. Setelah itu, kami observasi kurang lebih satu jam pukul 23.01 WIB, beliaunya kami nyatakan meninggal,” kata Deny.
Secara umum, Deny menerangkan bahwa anggota TNI tersebut meninggal karena hipertensi emergency dan sesak nafas. Sebelumnya, Polisi menerangkan bahwa jenis minuman yang ditenggak dalam pesta miras yang terjadi empat hari sebelum Tahun Baru itu adalah arak. Di lokasi kejadian,
Polisi telah mengamankan 25 botol arak, sehari setelah kejadian ada nya pesta miras yang merenggut 4 korban jiwa.
Wonk Ali




