Desa Muara, Cirebon Di Hantam Angin Puting Beliung

 CIREBON. Suararadarcakrabuana.com – Angin puting beliung yang menerjang Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, tidak hanya merusak ratusan rumah warga, tetapi juga menyebabkan sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup parah.

Akibatnya, kegiatan belajar pesantren kilat selama bulan suci ramadhan di sekolah tersebut terpaksa diliburkan sementara demi keselamatan para siswa.

Berdasarkan pantauan  awak media di SDN 2 Muara, Kamis (12/3/2026), memperlihatkan kondisi bangunan sekolah yang rusak di beberapa bagian.

Puing-puing genteng tanah liat, papan plafon putih, serta potongan kayu tampak berserakan di halaman hingga selasar kelas. Pada bagian luar bangunan sekolah, terlihat material plafon panjang dan genteng hancur menutupi permukaan tanah yang masih basah.

Kondisi SDN 2 Muara di Desa Muara, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon pasca diterjang angin puting beliung

Di dekat tembok sekolah berwarna hijau muda, papan nama sekolah sebagian tertutup oleh puing-puing bangunan yang runtuh. kerusakan juga terlihat pada bagian depan bangunan kelas dengan dinding bercat merah dan putih.

Banyak genting yang melorot dan berantakan, sementara lantai selasar dipenuhi pecahan genting yang jatuh dari atap. Tidak hanya ruang kelas, bangunan musala di lingkungan sekolah juga mengalami kerusakan.

Rangka atap baja ringan tampak ambruk hingga menjuntai ke tanah, sementara kaca jendela pecah akibat hantaman angin kencang. Di dalam salah satu ruang kelas, kerusakan terlihat cukup parah bahkan Atap bangunan terbuka lebar setelah genteng dan plafon runtuh.

Lembaran plafon yang patah menjuntai hingga menimpa meja dan kursi siswa, sementara cahaya matahari masuk langsung melalui bagian atap yang bolong.

Baca juga https://www.suararadarcakrabuana.com/viral-iran-kawal-kapal-tanker-indonesi-di-selat-hormuz/

Penjaga SDN 2 Muara, Mistari (52) mengatakan, angin puting beliung datang secara tiba-tiba dari arah timur sebelum akhirnya berputar di atas permukiman warga hingga mencapai area sekolah.

“Awalnya sih memang sudah ada tanda-tanda dari arah timur tuh, dari arah sawah sudah ada tanda-tanda angin. Pas sampai ke sini, anginnya berputar. Jadi langsung mencabut rumah warga sampai ke sekolah ini,” ujar Mistari saat ditemui di lokasi, Kamis (12/3/2026).

Menurut keterangan Mistari saat dikonfirmasi awak media mengatak bahwa  pusaran angin tersebut berlangsung singkat, namun memiliki kekuatan yang sangat besar.

“Itu pun durasinya sekitar tiga menit kata warga yang tahu di sini. Kencang banget itu anginnya, aduh minta ampun sampai gelap itu. Tidak kelihatan karena turun hujan lebat, gelap, terus datang angin puting beliung,” ucapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/prediksi-idulfitri-2026-versi-nu-muhammadiyah-dan-pemerintah/

Mistari menyebutkan, kerusakan bangunan sekolah cukup luas dan sebagian besar ruang kelas mengalami kerusakan.

“Yang rusak di sekolah ini hampir 80 persen. Yang parahnya itu kelas 1A, 1B, kelas 2, sama kelas 3. Itu yang parah,” jelas dia.

Selain ruang kelas, musala sekolah juga terdampak akibat terjangan angin kencang.

“Mushola kena sampai kaca pecah karena saking santernya angin, jadi sampai menabrak kaca. Pecah, Pak,” katanya.

Ia mengatakan, pihak sekolah memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara waktu setelah adanya pengecekan dari pihak dinas pendidikan.

“Iya, karena berhubung Kepala Dinasnya sudah mengontrol, kalau bisa diliburkan dulu. Takutnya anak-anak kena genteng atau apa, takut kejatuhan genteng,” ujarnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/akibat-pergeseran-tanah-di-sukabumi-warga-mengungsi/

Pada saat peristiwa tersebut berlangsung, warga di sekitar lokasi juga sempat diliputi kepanikan.

“Pasti Pak, itu juga warga sempat panik. Ada yang azan, ada yang teriak tolong, ya banyak ketakutan karena suasananya memang gelap, Pak,” ucap Mistari.

Menurut Mistari, wilayah Desa Muara yang berada di kawasan pesisir memang cukup sering mengalami angin kencang, namun kejadian kali ini merupakan yang paling parah.

“Sering kejadian karena ini wilayahnya kan wilayah laut, pantai, jadi memang banyak kejadian, cuma tidak separah ini. Ini yang paling parah tadi malam, sore itu,” jelas dia.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, rumah warga mengalami kerusakan dan salah satu sekolah  pun sama.

Sebelumnya diberitakan, kondisi permukiman warga di Desa Muara tampak porak-poranda setelah diterjang angin puting beliung pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pelapor-dugaan-korupsi-baznas-jadi-tersangka-kdm-diturun-tangan/

Sejumlah rumah warga kehilangan atap, sementara puing-puing genteng, kayu dan material bangunan berserakan di halaman hingga jalan lingkungan.

Berdasarkan pendataan awal aparat kepolisian, sedikitnya 106 bangunan mengalami kerusakan akibat bencana tersebut, terdiri dari puluhan rumah warga serta beberapa bangunan sekolah.

Kapolsek Kapetakan Polres Cirebon Kota, AKP Rudiana, mengatakan sekitar 21 rumah warga di Blok Karanganyar dan 85 rumah di Blok Muara Wetan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang.

Selain rumah warga, beberapa bangunan sekolah seperti SDN 1 Muara, SDN 2 Muara, serta SD PGRI Kecamatan Suranenggala juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.

Meski menimbulkan kerusakan di banyak bangunan, peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.

RS S,H/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!