Cirebon, Suararadarcakrabuana.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon secara resmi memutuskan untuk memperpanjang masa operasional posko pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di seluruh wilayah strategis hingga Minggu, 29 Maret 2026.
Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat terhadap potensi pergerakan kendaraan susulan dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang diprediksi akan memanfaatkan kelonggaran aturan Work From Anywhere (WFA).
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Sidik Wibowo, mengungkapkan bahwa kebijakan perpanjangan ini merupakan bentuk kebijakan khusus daerah setelah masa pengamanan awal yang mengikuti komando Korlantas Polri berakhir pada 25 Maret lalu.
“Perpanjangan pengamanan yang dilakukan terutama pada sejumlah titik yang diprediksi terjadi kepadatan lalulintas, yaitu di Posko Ciperna, Cipejueh, Losari, Posko Terpadu Ramayana dan Palimanan,” ujarnya (30/3/2026.
Penjagaan di titik-titik tersebut akan diperketat selama 24 jam penuh guna menjamin kelancaran arus lalu lintas bagi masyarakat yang baru memulai perjalanan kembali ke arah ibu kota.
Dalam upaya memodernisasi pemantauan arus, Dinas Perhubungan menjalin sinergi erat dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Cirebon untuk menghadirkan sistem pengawasan digital yang terintegrasi.
Sebanyak 40 unit CCTV kini telah terpasang di sepanjang jalur arteri Pantura, yang didukung oleh penempatan 7 unit kamera analitik canggih pada titik-titik persimpangan yang paling sering mengalami penumpukan kendaraan.
Kamera analitik tersebut ditempatkan secara khusus di lampu merah Plered, sebuah area yang menjadi pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah di jalur utama Cirebon.
Teknologi ini memiliki keunggulan dalam melakukan penghitungan volume kendaraan secara real-time dan otomatis, sehingga petugas di lapangan dapat mengambil keputusan rekayasa lalu lintas dengan data yang akurat.
“Kamera analitik ini secara otomatis mampu menghitung dengan cepat jumlah kendaraaan berdasarkan jenisnya seperti kendaraan umum, tonase besar, roda empat pribadi maupun roda dua,” ucapnya.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kapolda-jabar-turun-meninjau-arus-balik-di-cirebon/
Dengan klasifikasi kendaraan yang detail, Dishub dapat memetakan dominasi jenis kendaraan yang melintas sehingga pengaturan lampu lalu lintas dapat disesuaikan dengan beban jalan yang ada.
Sejauh ini, Sidik mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat karena pelaksanaan pengamanan sejak tanggal 14 Maret lalu terbukti mampu menekan angka kemacetan total di jalur arteri maupun tol.
Ia menegaskan bahwa koordinasi terpadu bersama unsur TNI, Kepolisian, dan dinas terkait lainnya telah membuahkan hasil positif dengan situasi lapangan yang tetap berjalan aman, lancar, dan terkenda
Wonk Alit/SRC




