INDRAMAYU, Suararadarcakrabuana.com – Kabar duka datang dari Desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kuwu atau Kepala Desa terpilih, Tarsitem meninggal dunia, Jumat (2/1/2026) pagi.
Almarhumah meninggal dunia di usia 46 tahun, Menurut informasi kabar duka tersebut banyak dibagikan oleh warga di media sosial.
“Kami dari keluarga memohon apabila almarhumah ada kekhilafan mohon dimaafkan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah datang mendoakan almarhumah,” kata perwakilan keluarga Tarjono saat ditemui di rumah duka.
Baca juga:https://www.suararadarcakrabuana.com/mbg-majalaya-disorot-publik-jauh-dari-standar-gizi-nasional/
Di rumah duka tampak warga yang melayat ke rumah duka yang lokasinya persis di depan Balai Desa Sukasari. mereka menyalami keluarga dan mengucapkan belasungkawa.
Tarjono mengatakan, sebelum meninggal, kondisi kesehatan almarhumah sempat memburuk hingga jatuh pingsan. Keluarga pun membawa Tarsitem ke RSUD Indramayu untuk mendapat penanganan medis.
Hanya saja, almarhumah menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Meninggal dunia sekitar jam setengah 9 saat dibawa ke RSUD,” kata Tarjono.(2/1/2026)
Tarjono menyampaikan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya almarhumah, mengingat almarhumah meninggal sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
Baca juga: Lucky Hakim Klaim Jalan Sepanjang 32,8 Km di Indramayu Jadi Mulus Sepanjang 2025
Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, diagnosis meninggalnya Tarsitem tertulis dead on arrival (DOA) atau meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan.
Meski demikian, keluarga menilai bahwa Tarsitem meninggal dunia karena kelelahan pasca-pemilihan kuwu (Pilwu) yang berlangsung pada 10 Desember 2025 lalu.
Sebelum dan pasca-Pilwu, almarhumah diketahui memiliki agenda yang padat, terutama saat sebelum pemilihan berlangsung.
Disampaikan Tarjono, Tarsitem juga sempat melakukan adat mengelilingi batas desa tengah malam yang diperuntukkan untuk calon kepala desa.
“Itu kan sangat melelahkan sekali, apalagi almarhumah ini perempuan, hal itu dilakukan almarhumah karena sudah menjadi adat di sini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Tarjono juga kembali meminta doa kepada masyarakat untuk Tarsitem agar almarhumah husnul khatimah.
Wonk Alit/ RS,SH




