KDM Klaim Kebijakan WFH ASN Efektif, Dampak Pada Anggaran

Jawa Barat. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi ASN itu bagus dan efektif.

Menurut Dedi Mulyadi, efektivitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh lagi diukur hanya dari kehadiran fisik di kantor. Hal ini juga harus berbasis pada produk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, tegas Dedi Mulyadi.

Dampak positif dari WFH bagi ASN, disebut Kang Dedi langsung pada anggaran. Kebijakan kerja jarak jauh tersebut, memicu capaian realisasi belanja anggaran yang melampaui target (over).

“Kita sudah dari dulu jalankan WFH, efektif. Lihat saja produk pembangunannya, berhasil atau tidak. Selama ini administrasi berjalan dengan baik, kemudian realisasi belanja anggaran malah over,” ujar Gubernur Dedi Mulyadi usai silaturahmi di Gedung Sate Bandung.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-instruksikan-pembangunan-trotoar-estetik-di-jabar/

Diambil sumber dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Seperti diketahui, kebijakan WFH bagi ASN sudah lebih dulu dijalankan oleh Jawa Barat. Hal ini ditegaskan Dedi Mulyadi untuk penghematan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sejak November 2025.

KDM mengatakan keberhasilan skema WFH ini, menjadi bukti bahwa birokrasi Jawa Barat tetap produktif meski tidak terpaku pada ruang kerja konvensional. Kendatinya, ia memberikan catatan kritis bahwa struktur birokrasi saat ini masih terlalu gemuk di tataran manajerial.

Dia menyoroti ketimpangan jumlah antara pejabat struktural, dan tenaga teknis yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.

“Problem dari kita ini lebih banyak jabatan struktural, lebih banyak fungsi-fungsi yang menyuruh dibanding yang mengerjakan,” tegas Dedi Mulyadi.

Perlu diketahui, waktu WFH bagi ASN yang diterapkan di Jawa Barat hari Kamis, berbeda dengan yang dianjurkan oleh Pemerintah Pusat yaitu Jumat.

Kabar Terbaru soal WFH bagi ASN Menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat sebelum menerapkan kebijakan pemerintah saat ini.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dprd-apresiasi-gebrakan-kdm-sukses-hapus-tradisi-macet/

Kebijakan WFH bagi ASN guna mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Barat.

“Untuk WFH sama PJJ, kami masih menunggu juklak-juknisnya karena tidak boleh sembarangan,” kata Farhan di Bandung

Dia menjelaskan saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pola kerja fleksibel.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!