BANDUNG. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan telah memerintahkan dilakukannya pengecekan menyeluruh terkait fenomena munculnya gumpalan busa awan berwarna hitam di wilayah Kabupaten Subang yang sempat viral di media sosial.
Menurut Dedi, proses pengecekan tersebut akan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jawa Barat, Dinas LH Kabupaten Subang, serta Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sumber dan penyebab munculnya fenomena tak biasa tersebut.
“Gumpalan busa awan saya sudah minta nih, kan itu tim ya, tidak boleh disimpulkan oleh gubernur. Nanti tim dari Kementerian Lingkungan Hidup (juga) segera melakukan pengecekan,” kata Dedi di Gedung Sate Bandung, Rabu.
Menindaklanjuti instruksi gubernur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk melakukan penelusuran langsung di lokasi kejadian.
Ai menambahkan, hingga saat ini tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH) masih melakukan investigasi di lapangan. Ia menyebut laporan hasil pemeriksaan terkait kandungan zat serta sumber busa misterius itu belum diterima secara resmi oleh pihaknya.

“Masih dicek oleh Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup (PPLH). Saat ini belum ada laporan dari tim,” kata Ai.
Sebelumnya, warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, dibuat heboh dengan kemunculan gumpalan busa berwarna hitam yang tampak melayang di udara. Fenomena tersebut menarik perhatian karena busa itu perlahan turun dan menutupi area persawahan serta sebagian wilayah pemukiman.
Awalnya, masyarakat mengira gumpalan tersebut hanyalah awan gelap yang menandakan hujan akan turun. Namun setelah busa itu jatuh ke tanah, sejumlah warga mencium aroma menyengat yang diduga mirip dengan bau limbah pabrik.
Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat busa hitam keabu-abuan bergerak tidak beraturan di langit, terbawa angin, sebelum akhirnya turun ke area terbuka.
“Awan ini awan hitam,” ucap warga dalam video. Setelah busa hitam itu menyentuh tanah, terdengar suara warga lain yang memperingatkan bahaya. “Busa bau, awas beracun,” ucap warga lainnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap hasil investigasi dapat segera diketahui agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai kandungan dan potensi bahaya dari fenomena tersebut.
Dedi menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyimpulkan penyebab sebelum hasil laboratorium dan temuan lapangan keluar.
Selain itu, Pemprov Jabar juga berencana memperkuat pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar wilayah Subang untuk memastikan tidak ada potensi pencemaran udara maupun limbah yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan warga.




