KDM Protes Anaknya Nikahi Putri Karlina Pakai Aset Negara

SUARARADARCAKRABUANA.COM – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi akan menikahkan putranya, Maula Akbar Mulyadi Putra dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina.

Upacara sakral tersebut akan dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Garut pada hari ini, Rabu (16/7/2025) pukul 13.00 WIB.

Rupanya, Maula Akbar Mulyadi Putra yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jabar, berencana menggunakan aset negara dalam pernikahannya.

Momen anak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Maula Akbar, melamar anak Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto, Putri Karlina, saat menonton pertandingan Persib Bandung melawan Barito Putra di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (9/5/2025) malam yang lalu. (Instagram Putri Karlina)

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/tkw-ilegal-asal-cirebon-tewas-di-malaysia-kdm-beri-peringatan/

Yaitu lokasi untuk menggelar acara, Pendopo Kabupaten Garut, yang termasuk dalam fasilitas milik pemerintah daerah.

“Milik Pemerintah Kabupaten Garut,” ujar Maula Akbar Mulyadi Putra.

Hal ini lantas mendapat penentangan dari Dedi Mulyadi yang menasihati agar sang anak tak memanfaatkan kedudukannya sebagai wakil rakyat.

“Berarti aset negara. Ini aset negara gak boleh digunain untuk kepentingan pribadi,” timpal Dedi Mulyadi.

Menurut Maula penggunaan Pendopo Garut dan Alun-alun Garut sudah tertuang dalam aturan.

“Pendopo dan Alun-alun Garut apabila digunakan warga bisa, dan digratiskan,” katanya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/statemen-kdm-lukai-para-insan-pers-se-indonesia/

Namun begitu Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Maula dan Putri Karlina bukan warga sipil biasa. Maula merupakan anggota DPRD Jabar, sedangkan Putri Karlina adalah Wakil Bupati Garut.

“Aa kan bukan warga, anggota DPRD provinsi, anaknya Dedi Mulyadi, jangan gratis,” katanya.

Ia mengatakan bahwa urusan soal uang sewa sudah diselesaikan oleh timnya.

“Sudah diberesin oleh tim untuk kita menyewa profesional. Menimbang kan kebersihan dan ketertiban,” katanya.

Dedi merinci mulai dari penggunaan gedung, listrik, air sampai petugas kebersihan yang akan bertugas nanti.

“Pakai listrik, air, tukang sapu. Listrik dibayar negara, air dibayar negara, tukang sapu dibayar negara, tiga-tiganya harus diganti,” kata Dedi Mulyadi.

Maula menerangkan ia hanya membayar uang kebersihan saja.

“Yang ini kebersihannya saja, karena listriknya menggunakan sendiri. Kita menyiapkan genset,” kata Maula.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/presiden-dan-kdm-meriahkan-1-muharram-di-masjid-darussalam/

Namun begitu Dedi tetap meminta agar Maula tetap mengeluarkan uang untuk penggunaan aset negara tersebut.

“Tidak pakai listrik Pemda, tapi kita nyumbang gak apa-apalah listriknya,” kata KDM.

Maula menerangkan semua urusan keuangan terkait dengan sewa sudah diselesaikan, walaupun hanya dimasukan sebagai uang kebersihan, namun sebenarnya ia sudah menyewa seluruh bagian dari gedung tersebut.

“Itu semua sudah. Jadi walaupun dipandangnya hanya kebersihan tapi kita bayarnya all in, semua,” katanya.

“Pendoponya dibayar, keberishannya, listriknya dibayarin, tempatnya dihitung disewa,” kata Dedi.

“Kemarin tuh sama WO diurusnya. Rp 20 juta,” katanya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-resmi-perpanjang-pengampunan-pajak-hingga-30-sept-2025/

Selain itu pendopo, Dedi Mulyadi juga memakai Bale Niskala Wastu Kancana, kantor Gubernur Jabar untuk wilayah Garut sebagai tempat transit.

“Kita kan berangkat transit di Bale Niskala Wastu Kancana, kantor gubernur wilayah Garut ikut transit,” katanya.

Ia mengatakan bahwa telah menyewa gedung tersebut.

“Ayah juga sama bayar, sewanya. Untuk sewa itu sudah dibayarkan oleh ayah, nilainya Rp 15 juta dan ayah sudah teransfer,” katanya.

Jadi kata Dedi Mulyadi, meskipun anaknya nikah menggunakan aset negara namun tidak merugikan negara.

“Penggunaan aset negara kita tidak menggunakan secara cuma-cuma tetapi ada penggantian biaya sewa listrik dan sejenisnya, sehingga kegiatan ini tidak merugikan negara,” kata Dedi Mulyadi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-fasilitasi-restorative-justice-mahasiswi-unpad/

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, mengeluarkan permintaan khusus menjelang hari pernikahannya dengan Maula Akbar.

Permintaan itu berupa tak ada yang mengirimkan papan bunga pada hari pernikahannya.

Prosesi pernikahan Putri dengan Putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, itu akan digelar pada 14-17 Juli 2025 di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dia lebih menyarankan agar warga mengganti papan bunga dengan satu buah bibit pohon.

“Ini sebagai tanda cinta untuk kelestarian alam. Jadi kami mohon papan bunga itu diganti dengan bibit pohon,” ujar Putri saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (12/7/2025).

Ia menuturkan, bibit-bibit pohon itu akan ditanam di sebuah kawasan yang akan dijadikan kawasan hijau baru di Garut.

Ada sejumlah tempat yang akan dijadikan kawasan hijau baru, satu di antaranya di wilayah Sungai Cimanuk, Tarogong Kidul.

“Nanti (teknisnya) ditaman oleh kami. Pemkab berencana membuat Leuweung Panganten (Hutan Pengantin),” ungkapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-irawan-tanda-tangani-mou-dengan-kejakasaan-negeri/

Leuweung Panganten itu, ungkap Putri. akan menjadi hutan baru di Garut. Para pengantin baru di Garut pun akan ikut terlibat dalam menanam pohon di kawasan tersebut.

“Nanti jadi tempat menanam bibit pohon baru, untuk para pengantin yang baru menikah dan bagi yang mampu. Bagus tidak kalau namanya Leuweung Panganten?” ucapnya.

Putri juga meminta masyarakat Garut untuk mendoakan kelancaran segala bentuk proses yang akan dijalaninya, mulai dari prosesi akad hingga resepsi.

Ia berharap momen sakral tersebut bisa berlangsung dengan khidmat, penuh kebahagiaan, dan diberkahi oleh Allah SWT.

“Kami mohon doanya ya, mohon doanya,” ucap dia.

Redaksi ; Rakhmat sugianto.SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!