KDM Tegaskan Program Pemprov Jabar Bukan Populis

BANDUNG, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, program Pemprov Jabar bukan kebijakan populis, melainkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang belum merata.

Penegasan ini merespons wacana publik yang menganggapnya terlalu ambisius menjalankan program populer. Menurut Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seluruh kebijakan yang dikerjakan berangkat dari keluhan dan kebutuhan warga.

“Hari ini ada wacana yang dikembangkan bahwa Gubernur Jawa Barat sangat ambisius terhadap program populis. Padahal yang kita kerjakan, yang kita selesaikan hari ini adalah kebutuhan dasar masyarakat dan itu layanan wajib yang harus dilaksanakan oleh pemerintah,” kata Dedi dikutip dari akun Instagram dan telah dikonfirmasi oleh Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Ia menekankan pembangunan sekolah merupakan kewajiban pemerintah daerah. Akses pendidikan harus dipastikan hingga tingkat SMA dan SMK untuk mencegah persoalan saat penerimaan siswa baru.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-bentuk-tim-pengkaji-hari-lahir-jawa-barat/

“Kalau pemerintah provinsi tidak bangun sekolah, nanti teriak-teriak ketika penerimaan siswa baru karena ruang kelasnya tidak cukup,” ucap Dedi.

Selain pendidikan, ia menyoroti penguatan layanan kesehatan sebagai kebutuhan mendesak. Puskesmas dengan rumah sakit harus terkoneksi untuk memudahkan pelaksanaan layanan. Dedi juga menyinggung persoalan warga yang belum memiliki akses listrik akibat kemiskinan.

“Kemudian kalau ada rakyat Jawa Barat ratusan ribu yang tidak punya jaringan listrik karena kemiskinan, lantas kita membiarkan Indonesia merdeka 80 tahun warganya tidak punya listrik. Itu kan pemerintah yang abai dan kita ingin menyelesaikannya,” tuturnya.

Pembangunan irigasi, normalisasi sungai, serta perbaikan jalan juga ditegaskan sebagai kebutuhan dasar. Infrastruktur harus dibangun secara menyeluruh dan berkualitas.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-instruksikan-bupati-dan-wali-kota-larang-tanam-sawit/

“Kalau kita membangun jaringan jalan yang baik, tidak tambal-tambalan, tapi langsung dihotmix, dibeton, dilengkapi oleh penerangan jalan umum, membuat drainase, itu adalah kebutuhan dasar,” kata Dedi.

Dedi mengajak masyarakat menjaga hasil pembangunan dan mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga Jawa Barat.

“Pemimpin adalah menyelesaikan seluruh problem masyarakat agar minimal kebutuhan dasarnya terselesaikan,” pungkasnya.

Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!