Bandung; Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan di Indonesia berada di bawah kewenangan yang berbeda-beda sesuai tingkatan.
Hal ini ia sampaikan menanggapi munculnya polemik seputar pungutan sekolah di tingkat SMP yang terjadi baru-baru ini di Cirebon.
“Perlu saya sampaikan bahwa pengelolaan pendidikan itu ada beberapa lembaga yang menangani,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di media sosial dan dikonfirmasi ulang Kompas.com, Rabu (31/7/2025).
“Kalau perguruan tinggi di bawah Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains, SMA dan SMK itu kewenangan gubernur, sedangkan SD, SMP, PAUD, TK itu kewenangan bupati dan wali kota. Sementara madrasah-madrasah di bawah Kementerian Agama.”
Ia mencontohkan kasus unjuk rasa orangtua siswa di Cirebon terkait pungutan pada tingkat SMP, yang menurutnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Semoga masalah itu bisa segera terselesaikan. Dan yang paling utama, untuk tingkat SD dan SMP itu sudah jelas, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, pendidikan di level tersebut harus gratis dan menjadi kewajiban negara,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menuntut pendidikan gratis, tetapi juga ikut menjaga esensi dari proses pendidikan itu sendiri.
“Kalau negara sudah menggratiskan pendidikan, terutama di sekolah negeri, maka orangtua jangan berlebihan. Tidak perlu membelikan motor mahal, pakaian mahal, jam tangan mewah, atau bekal yang berlebihan. Itu aneh. Sekolahnya gratis, tapi anak-anak justru diajari hidup bermewah-mewah,” ujar Dedi.
Menurutnya, pendidikan semestinya menjadi sarana untuk mendidik karakter dan membangun masa depan, bukan tempat untuk berhura-hura.
“Saya mengajak anak-anak di Jawa Barat untuk menjadikan pendidikan sebagai tempat menempa diri. Lebih baik hujan keringat saat sekolah daripada hujan air mata setelah dewasa,” pesan Dedi penuh makna.
Pernyataan ini menjadi pengingat sekaligus seruan moral agar pendidikan tak kehilangan arah dan tujuan utamanya, yakni mencetak generasi yang kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Redaksi ; RS<SH




