Tangerang. Suararadarcakrabuana.com – Ketua Serikat Pengemudi transportasi Indonesia (SEPETA) menyatakan sikap mengutuk keras Polisi Republik Indonesia (POLRI) dalam menangani demo 28 Agustus 2025 dan tewasnya driver ojol yang dilindas mobil polisi.
Demontrasi adalah hak dasar sebagai rakyat yang seharusnya dilindungi dan difasilitasi bukan dijadikan sebagai musuh dan ancaman negara.
Demontrasi yang dilakukan rakyat pada 25 dan 28 Agustus di DPR adalah wujud dan kekecewaan rakyat atas hilangnya perlindungan negara kepada rakyat, demontrasi yang dilakukan rakyat sebagai bentuk kecintaan rakyat agar bangsa yang terbebas dari keserakahan,korupsi yang semakin merajalela.
Pada hari ini kami SEPETA mendengar bahwa ada banyak korban pemukulan dan satu ojol tewas dilindas mobil polisi. Atas dasar peristwia tersebut SEPETA menyatakan sikap :
1. Mengecam keras atas arogansi polisi dalam menangani demontrasi,
2. kami menilai polisi sudah sangat berlebihan (represif) dan menganggap rakyat yang berdemo seperti musuh dalam peperangan.
SEPETA menyatakan sikap dengan keluarkan 5 tuntutan keadilan dari insiden tersebut :
1. Kepada Bapak presiden Prabowo Subianto untuk segera mengganti Kapolri Karena tidak sanggup memimpin pasukannya
2. pecat dan adili pengemudi mobil polisi yang meilidas driver Ojol serta pimpinan kesatuannya.
3. Hentikan segara bentuk represif, kekerasan,teror kepada seluruh rakyat yang berjuang.
4. kami Sebagai serikat Pengemudi transportasi Indonesia (SEPETA) yang menghimpun pekerja pengemudi transportasi online menuntut kepada pemerintah untuk segera mengakui pengemudi online dan kurir sebagai pekerja dan mendapatkan perlindungan sosial serta upah layak.
5. Kami menyerukan kepada seluruh anggota SEPETA untuk terus memperkuat barisan organisasi dan menyerukan kepada seluruh driver online dan rakyat untuk bersatu padu menjadi gelombang perlawanan untuk merebut hak dasar sebagai rakyat, untuk hidup layak, hak berorganisasi yang terbebas dari intimidasi dan teror.
Rakyat tidak percaya DPR Hentikan arogansi polisi
Demikian pernyataan sikap SEPETA Indonesia, sebagai respon arogansi kepolisian dalam menyikapi demontrasi rakyat di DPR RI. Maka Rakyat tidak lagi percaya DPR dan meminta untuk menghentikan sikap arogansi dari anggota polisi, saat melakukan pengamanan Demonsterasi.
Sumber ; DPP SEPETA INDONESIA




