Kota Cirebon. Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Kota Cirebon menjadikan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren sebagai salah satu agenda wisata unggulan daerah yang bertujuan mengangkat potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Cirebon.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun kepada generasi berikutnya.
“Kirab budaya tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai tradisi, kesenian, dan kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” kata Edo di Cirebon, Selasa (16/6).
Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren yang berlangsung di Kecamatan Pekalipan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.
“Kegiatan hari ini menjadi momentum yang baik bagi generasi selanjutnya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya daerah,” ujarnya.

Edo menuturkan pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memberikan ruang yang memadai bagi generasi muda untuk berinteraksi, berkarya, dan menampilkan kemampuan mereka di bidang seni dan budaya.
Selain sebagai sarana pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga dinilai mampu menjadi magnet wisata yang menarik kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon. Pemerintah Kota Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 telah mencapai lebih dari lima juta orang.
Capaian tersebut turut didukung oleh perkembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor budaya dan pariwisata. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan seni dan budaya, pemerintah daerah secara rutin menggelar pertunjukan seni tari dan budaya setiap Sabtu malam di Alun-alun Kejaksan.
Menurut Edo, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon.

“Kegiatan itu menjadi sarana bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat dan wisatawan,” katanya.
Pemerintah Kota Cirebon juga berupaya menghadirkan ruang-ruang kreatif serupa di berbagai lokasi lain agar aktivitas seni dan budaya dapat berkembang lebih luas dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia menilai keberlangsungan kegiatan budaya yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dapat memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sementara itu, Camat Pekalipan, Yoga Pramono, mengatakan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat Kelurahan Pulasaren.
Menurut dia, kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang dimiliki masyarakat setempat untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis budaya.
“Tingginya antusiasme masyarakat serta tumbuhnya kelompok kesenian, komunitas budaya, dan pelaku kerajinan di lingkungan warga menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kota Cirebon,” ujar Yoga.
Melalui penyelenggaraan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren, Pemerintah Kota Cirebon berharap budaya lokal tetap lestari, sekaligus mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat
Wonk Alit/SRC




