Suararadarcakrabuana.com – Malam mulai larut ketika angin dingin menyapu kawasan Pagaden, Subang, Jawa Barat. Di sebuah warung kecil di tepi jalan, sosok anak laki-laki tampak duduk termangu, kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Namanya Adnan, usianya belasan tahun, tapi tekadnya jauh melampaui usianya.
“Saya ngefans banget sama Pak KDM. Saya pengen banget ketemu. Di Brebes saya sudah enggak punya siapa-siapa, orangtua sudah meninggal,” ucap Adnan kepada warga yang menemuinya.
Kisahnya terungkap saat sejumlah warga yang melintas merasa iba melihat seorang anak sendirian di warung pada malam hari. Pihak kepolisian yang sedang berpatroli kemudian mendekat dan menggali cerita di balik perjalanan Adnan.
“Ketemu Adnan saat patroli malam. Warga sedang menanyai dia karena curiga ada anak kecil sendirian. Setelah tahu ceritanya, kami bawa ke Polres untuk diamankan,” ujar Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/6/2025)
Pihak Polres Subang kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes. Tak berselang lama, Bupati Brebes mengirim tim untuk menjemput Adnan dan membawanya pulang ke kampung halaman.
“Malam itu juga Adnan dibawa ke kantor Polres. Setelah ada konfirmasi dari Pemkab Brebes, kami bantu proses penjemputan,” imbuh AKP Ikin.
Meski misinya belum berhasil, tapi perjalanan Adnan menuai simpati luas. Keberaniannya menembus jarak demi bertemu idola menjadi simbol semangat yang tak mudah luntur.
“Jangan menyerah, ya, Nak. Masih banyak orang baik di dunia ini. Kamu anak yang hebat dan berani,” kata AKP Ikin, sembari menepuk pelan bahu Adnan.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pihak-sman-tengah-tani-bantah-tudingan-pungut-biaya-sekolah/
Perjalanan Adnan bukan sekadar kisah bocah penggemar yang ingin bertemu tokoh idolanya. Ini adalah cermin dari keteguhan seorang anak yatim piatu yang menolak menyerah pada keadaan. Di balik tubuh mungilnya, tersimpan harapan dan keberanian yang luar biasa.
Saat ini, Adnan telah pulang ke Brebes. Namun kisahnya masih bergema menggugah nurani dan menyadarkan kita bahwa keberanian tak mengenal usia, dan harapan bisa mengayuh jauh, sejauh mimpi yang ingin diraih.
Redaksi ; Rakhmat sugianto. SH





