Jakarta. Suararadarcakrabuana.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melantik enam pimpinan tinggi Pratama pada hari ini, Jumat, 20 Februari 2026. Pelantikan ini guna memenuhi kebutuhan organisasi dalam mengisi jabatan yang telah lama mengalami kekosongan.
“Organisasi membuka mekanisme seleksi terbuka secara luas dan transparan serta menghadiri kompetensi yang sehat dan berkualitas,” ucap Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa dalam sambutannya di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan.
Enam pejabat KPK yang dilantik yaitu Kunto Ariawan sebagai Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK;
- Tessa Mahardika Sugiarto sebagai Direktur Penyelidikan;
- Maruli Tua sebagai Direktur Koordinasi san Supervisi Wilayah V;
- Iskandar Marwanto sebagai Kepala Biro Hukum;
- Taryanto sebagai Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi;
- Budhi Sarumpaet sebagai Direktur Penuntutan.
Tessa Mahardika Sugiarto sebelumnya menjabat sebagai juru bicara KPK. Saat ini Tessa dilantik sebagai Direktur Penyelidikan KPK.
Pada Rabu, 18 Februari lalu, Ketua KPK Setyo Budianto melantik tiga orang pejabat tingkat deputi. Pelantikan berlangsung pada Rabu sore di Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Tiga orang yang dilantik adalah Aminuddin sebagai Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Brigadir Jenderal Asep Guntur Rahayu sebagai Deputi Penindakan dan Eksekusi, dan Ely Kusumastuti sebagai Deputi Koordinasi dan Supervisi.
“Saya percaya, kami semua percaya, saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” kata Ketua KPK Setyo Budiarto kepada ketiga pejabat yang dilantik.(20/2/2026)
Pada rangkaian proses pelantikan, Setyo memimpin agar ketiga pejabat membaca sumpah jabatan. Setelah itu, dilanjutkan dengan ketiga pejabat membacakan pakta integritas.
Menurut Setyo, pemilihan ketiga pejabat ini memakan waktu sekitar tiga bulan lamanya. Hingga akhirnya, terpilihlah Aminuddin, Asep, dan Ely.
Ia menambahkan, terpilihnya ketiga pejabat ini sudah melalui proses yang objektif oleh tim panitia seleksi.
“Ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara selektif, objektif, dan dilakukan secara transparan,” ujarnya.(20/2/2026)
RS S,H/SRC




