Malaysia Jaga Harga BBM RON 95 Tetap Rp 8.500 Per Liter

Malaysia, Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Malaysia mengalokasikan subsidi sekitar 2 miliar ringgit (sekitar Rp 8,6 triliun) per bulan untuk menjaga harga bahan bakar RON 95 tetap rendah di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim oada Minggu (15/3/2026) mengatakan subsidi besar tersebut diberikan agar harga bensin RON 95 tetap dipertahankan pada level 1,99 ringgit per liter (sekitar Rp 8.500 per liter).

Menurut Anwar, jika dihitung dalam setahun, pemerintah harus menanggung subsidi sekitar 24 miliar ringgit untuk memastikan masyarakat tidak terbebani kenaikan harga energi global.

Anwar menjelaskan lonjakan harga minyak dunia saat ini dipicu oleh krisis geopolitik di Timur Tengah, yang mengganggu jalur perdagangan energi global. Ketegangan tersebut, juga berdampak pada terganggunya pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia.

Penutupan atau gangguan di jalur ini membuat kapal dagang tertahan dan meningkatkan biaya transportasi serta asuransi dalam rantai pasok global.  Subsidi juga solar Selain mempertahankan harga bensin RON 95,

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pusat-bakal-ambil-kendali-alih-fungsi-lahan-sawah-dari-pemda/

Pemerintah Malaysia juga tetap memberikan subsidi untuk solar di wilayah Sabah dan Sarawak. Harga dolar di kedua wilayah tersebut ditetapkan sebesar 2,15 ringgit per liter, jauh di bawah biaya sebenarnya yang mencapai sekitar 4,30 ringgit per liter.

“Tahun lalu pemerintah mengeluarkan sekitar 2 miliar ringgit untuk subsidi solar di Sabah dan Sarawak. Namun tahun ini, setelah harga energi global melonjak, subsidi tersebut diperkirakan meningkat hingga 4,6 miliar ringgit per tahun,” ucapnya, dikutip dari Kantor berita Malaysia Bernama.(16/3/2026)

Menurutnya, kebijakan ini diambil agar masyarakat, khususnya di wilayah timur Malaysia, tidak terbebani kenaikan biaya transportasi. Di sisi lain, Anwar juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola pengeluaran, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik.

Ia meminta masyarakat tidak mudah tergoda oleh iklan yang mendorong konsumsi berlebihan dan lebih mengutamakan kebutuhan keluarga serta membantu kelompok yang kurang mampu.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/revisi-uu-ketenagakerjaan-momentum-hapus-sistem-outsourcing/

“Pemerintah akan terus menggunakan berbagai platform, termasuk peringatan Hari Konsumen Nasional, untuk mendidik masyarakat agar menjadi konsumen yang bijak,” kata Anwar.

Meski tekanan global meningkat, pemerintah Malaysia menegaskan akan terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan bakar agar dampak krisis energi tidak terlalu membebani masyarakat.

RS S,H/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!