Indramayu. Suararadarcakrabuana.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono surono menyebut masalah infrastruktur jalan desa, saluran irigasi dan jalan nasional masih menjadi keluhan utama masyarakat Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.
Hal itu disampaikan masyarakat kepada Ono surono saat kegiatan Pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2025/2026 di daerah pemilihan (Dapil) XII meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu
Ono menyampaikan, Desa Lanjan ini secara geografis wilayahnya merupakan daerah terpencil. Tetapi aksesnya berdekatan dengan jalan utama wilayah pantura yang kaya akan kawasan pertanian terutama pesawahan sebagai jalan usaha tani.
Namun, Ono menyayangkan masih ada persoalan infrastuktur yang belum terealisasi dengan maksimal, salah satunya jalan desa.
“Ironisnya, desa Lanjan ini dekat dengan pusat kota tetapi jalan desanya banyak menyisakan pr (pekerjaan rumah-red) yang harus dipecahkan bersama,” ujar Ono,(8/3/2026).
Tentunya, kata Ono, hal itu akan didorong dengan kewenangan yang dimiliki sebagai anggota dewan dapil Kabupaten Indramayu Khususnya Pemerintah Kabupaten Indramayu yang berperan besar dalam mengelola wilayahnya untuk maju, termasuk kawasan pedesaan yang bersentuhan langsung manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
“Di antaranya jalan desa yang hingga kini belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Ini tentu masyarakat juga yang terekena dampaknya,” katanya.
Bukan hanya persoalan jalan, kata Ono, masalah saluran irigasi bagi pertanian juga tidak luput dari aspirasi masyarakat. Sebab, akibat dari persoalan irigasi tersebut, terutama dimusim penghujan seperti sekarang ini saluran irigasi malah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Sehingga banyak pemilik sawah yang terancam gagal panen yang diakibatkan banjir ini.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BBWS terkait saluran RIM yang belum selesai untuk turut serta mencarikan solusi agar hal ini tidak merugikan masyarakat,” katanya.
Ono surono mengatakan bahwa ada persoalan yang sejak tahun 2007 silam hingga kini belum tuntas yakni buntut dari pelebaran jalan sepanjang wilayah desa tersebut masalah ganti ruginya belum selesai.
Hal itu menurutnya menambah masalah yang berlarut-larut. Karena itu, pihaknya juga berkomitmen untuk berupaya keras memperjuangkan aspirasi tersebut.
“Ternyata ganti rugi akibat pelebaran jalan nasional sepanjang Kecamatan Lohbener ini belum selesai. Tentu akan kita perjuangkan dengan pihak terkait untuk mencari solusinyang terbaik,” katanya.
RS S,H/.SRC




