KOTA BANDUNG. Suararadarcakrabuana.com – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan pengolahan 500 ton sampah per hari di dalam kota menyusul pembatasan kiriman ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti sebesar 981 ton per hari sementara produksi harian mencapai 1.500 ton (26/2/2026).
Kondisi tersebut menyisakan sekitar 500 ton yang harus ditangani mandiri karena kapasitas pengolahan saat ini baru 300 ton per hari sehingga berpotensi menyisakan 200 ton jika tidak dipercepat.
Farhan menyatakan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan satu metode karena dominasi sampah organik seperti sisa makanan membutuhkan teknologi berbeda di tiap kawasan.
“Tidak mungkin hanya satu teknologi menyelesaikan seluruh persoalan sampah. Karena itu, kami memanfaatkan beragam pendekatan, terutama untuk sampah organik yang volumenya sangat besar,” ujar Farhan.
Pemerintah kota menyiapkan regulasi lengkap dari undang-undang hingga peraturan wali kota serta membenahi tempat penampungan sementara, armada angkut, akses jalan, dan sumber daya manusia.
Sebanyak sekitar 500 rukun warga atau 30 persen wilayah telah memiliki sistem pengolahan mandiri dengan kapasitas kurang dari 40 ton per hari sehingga perlu percepatan agar mendekati kebutuhan 500 ton.
Pemkot meluncurkan program Gaslah atau Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah dengan menempatkan satu petugas di setiap rukun warga untuk memastikan pemilahan dari rumah tangga.
Warga di Tempat Pengolahan Sampah 3R4 Rakomala memproduksi kompos melalui bioaktivator sehingga bau berkurang dan populasi lalat menurun di sekitar fasilitas.
“Kalau ada bau, langsung disemprot dan baunya hilang. Lalat pun berkurang. Ini masih tahap percobaan, mudah-mudahan ke depan hasilnya lebih baik,” jelas Farhan.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-ke-sikka-bawa-pulang-12-perempuan-korban-tppo/
Strategi tersebut diperkuat melalui Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Sehat Atasi Stunting yang membentuk rantai ekonomi sirkular dari kompos untuk pertanian kota hingga kembali menjadi bahan olahan.
Target akhir semester pertama tahun ini, seluruh 500 ton sisa timbulan sampah dapat tertangani di dalam kota sehingga tidak menumpuk dan lingkungan warga tetap sehat.
( RS S,H /SRC )




