Waspada Modus Penipuan BPJS Kesehatan Bertebaran

Suararadarcakrabuana.com – Baru – baru ini Marak modus penipuan dengan mengatasnamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tengah menjadi perhatian.

Para pelaku penipuan menggunakan berbagai modus, mulai dari dengan menjanjikan penghapusan tunggakan iuran hingga pendaftaran BPJS Kesehatan gratis.

Korban tidak hanya mengalami kerugian finansial, namun juga berisiko kehilangan data pribadi yang sangat penting. Informasi ini penting diketahui masyarakat luas agar terhindar dari praktik penipuan tersebut.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/ternyata-ada-4-kepala-desa-minta-thr-dedy-mulyadi-ngamuk/

Modus penipuan ini beragam dan seringkali memanfaatkan platform digital seperti pesan berantai WhatsApp, SMS, atau media sosial.

Pesan-pesan tersebut biasanya berisi tautan atau ajakan untuk mengikuti kuis berhadiah, mendaftar program penghapusan tunggakan, atau mendaftar BPJS Kesehatan secara gratis.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizky Anugrah, telah membantah keras adanya program-program tersebut.

“Berita ini hoaks dan penipuan,” tegas Rizky

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polisi-gerebek-pabrik-uang-palsu-di-bogor/

BPJS Kesehatan secara resmi menyatakan tidak pernah menawarkan penghapusan tunggakan iuran, pendaftaran gratis melalui jalur tidak resmi, atau bantuan dana kesehatan dengan meminta sejumlah uang terlebih dahulu.

Semua informasi tersebut adalah Hoaxs dan bertujuan untuk menipu masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan teliti sebelum bertindak.

Berbagai Modus Penipuan BPJS Kesehatan yang perlu untuk diwaspadai oleh masyarakat, seperti ;

  • Pendaftaran penghapusan tunggakan BPJS Kesehatan dan iuran gratis: Klaim ini sepenuhnya palsu. BPJS Kesehatan tidak memiliki program seperti itu.
  • Pendaftaran BPJS Kesehatan gratis melalui Telegram atau tautan mencurigakan: Jangan pernah percaya pada tautan yang tidak jelas sumbernya. BPJS Kesehatan hanya menerima pendaftaran melalui jalur resmi.
  • Klaim kenaikan drastis iuran BPJS Kesehatan: BPJS Kesehatan akan selalu mengumumkan perubahan iuran secara resmi melalui website dan media terpercaya.
  • Penawaran bantuan dana kesehatan dengan meminta uang muka: BPJS Kesehatan tidak pernah meminta pembayaran melalui pihak ketiga atau rekening pribadi.
  • Klaim kartu BPJS Kesehatan hangus jika tidak digunakan: Kartu BPJS Kesehatan tidak akan hangus hanya karena tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu.
  • Klaim adanya bansos jutaan rupiah di dalam kartu BPJS Kesehatan dan KIS: Informasi ini tidak benar.\Ajakan pindah kepesertaan BPJS Kesehatan Mandiri ke BPJS gratis: Ini adalah modus penipuan yang harus diwaspadai.
  • Link pendaftaran pencairan bansos untuk pemilik kartu BPJS Kesehatan: Hati-hati terhadap link yang tidak jelas sumbernya.
  • Pendaftaran layanan BPJS Kesehatan gratis periode awal 2025: Tidak ada program pendaftaran gratis seperti yang diklaim.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-enggan-cabut-laporan-masih-cari-dalang-nya/

Selain itu, beredar pula informasi palsu tentang pendaftaran BPJS Kesehatan gratis melalui tautan mencurigakan. BPJS Kesehatan menegaskan tidak pernah menawarkan pendaftaran gratis melalui jalur tidak resmi.

Waspadalah terhadap tautan-tautan tersebut karena berpotensi pencurian data pribadi. Modus penipuan lainnya termasuk klaim kenaikan drastis iuran BPJS Kesehatan, penghapusan tunggakan iuran, dan penawaran bantuan dana kesehatan dalam jumlah besar dengan meminta sejumlah uang terlebih dahulu.

BPJS Kesehatan secara tegas menyatakan tidak pernah meminta pembayaran melalui pihak ketiga atau rekening pribadi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-enggan-cabut-laporan-masih-cari-dalang-nya/

Bukan hanya BPJS Kesehatan saja, penipuan juga seringkali mengatasnamakan BPJS Ketenagakerjaan. Modus yang digunakan serupa, yaitu penyebaran tautan atau aplikasi palsu yang meminta data pribadi untuk mencuri identitas dan melakukan transaksi ilegal.

Waspadalah terhadap situs dan aplikasi yang mencurigakan dan selalu akses situs resmi BPJS Ketenagakerjaan di bpjsketenagakerjaan.go.id.

Untuk menghindari menjadi korban hoaks dan penipuan, masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi dari sumber resmi BPJS Kesehatan, seperti situs web resmi bpjs-kesehatan.go.id, aplikasi Mobile JKN, atau call center resmi 165.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/supir-tangki-bbm-campur-air-diamankan-polres-klaten/

Jangan mudah percaya dengan pesan berantai atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika ragu, hubungi langsung BPJS Kesehatan melalui saluran resmi yang telah disebutkan.

Selalu waspada dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming yang terlalu menguntungkan. Lindungi data pribadi Anda dan selalu periksa keaslian informasi sebelum bertindak

Semoga dengan terbitnya artikel ini bermafaat untuk seluruh msayarakat Indonesia, agar terhindar dari para pelaku penipuan.

 

REdaksi Rakhmat sugianto.SH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!