BPBD Damkar Bartim Dan LPPM UPR Survei IKM KRB 2 Zona

 

Tamiang Layang. Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Palangkaraya (LPPM UPR) melaksanakan “Kegiatan Survei Indeks Kerawanan Masyarakat (IKM) Dalam Rangka Penyusunan Kajian Resiko Bencana (KRB) Kabupaten Barito Timur Tahun 2025 – 2030”

Yulli Hepi Rianti, ST., MM., mengatakan, Kegiatan ini mengundang seluruh Kepala Desa/Lurah se Barito Timur. Untuk memudahkan, kegiatan ini dilaksanakan di 2 zona, yaitu zona 1 di Aula Kantor Kecamatan Dusun Timur dan zona 2 Aula Kantor Kecamatan Dusun Tengah (Selasa, 16 September 2025).

Kegiatan Survei IKM ini disampaikan oleh 8 orang tim ahli dari LPPM UPR dengan materi

“Pengumpulan Data Dan Survei IKM”, ucap Yulli

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/h-ahmadi-motivasi-169-peserta-olimpiade-madrasah-indonesia/

Yulli juga menambahkan, pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi aplikasi Inarist. Aplikasi ini adalah portal web yang dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyajikan tingkat ancaman bencana dan rekomendasi mitigasi bagi masyarakat.

Sehingga nantinya dapat membantu mengidentifikasi potensi bahaya, melakukan penilaian resiko diri dan keluarga serta memberikan informasi peringatan dini dan tindakan yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana.

Kegiatan ini secara resmi di buka oleh Ahmad Gajali, S.Pd.I., MM., Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur.

Dalam sambutannya Gajali menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bartim melalui BPBD Damkar Bartim terus berupaya menyusun perencanaan yang matang dalam penanggulangan bencana.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kadamangan-paju-x-gelar-ritual-adat-pamalasan-pasar-temanggung-jayakarti/

Salah satu tahapan kunci adalah menyusun KRB yang menjadi dasar bagi kebijakan, program hingga rencana aksi penanggulangan bencana di Daerah.

“Didalam KRB tersebut kita tidak hanya berbicara soal potensi ancaman bencana, tetapi juga tentang kerentanan masyarakat, kapasitas wilayah, serta indeks kerawanan yang nyata dirasakan ditingkat desa, kelurahan hingga tingkat kecamatan,” ungkap Gajali. (17/92025)

Menurut tanggapan Gajali, Karena itulah peran Camat, Kepala Desa dan Lurah adalah sebagai Responden yang paling dekat dengan masyarakat dan paling mengetahui kondisi dan potensi bencana diwilayahnya masing-masing.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/bangun-hotel-bintang-dan-perkantoran-swasta-di-tamiang-layang/

“Gajali berharap dengan terlaksananya kegiatan hari ini akan terkumpul data-data yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga melahirkan kebijakan yang tepat guna memberi perlindungan dan keselamatan bagi masyarakat kita.” Harap Gajali (17/9/2025)

Diakhir sambutannya Gajali mengingatkan, kegiatan hari ini bukan bukan sekedar menggugurkan kewajiban, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun Bartim menjadi Daerah Tangguh Bencana.

(Yandi/Yuliana/Wahyudin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!