DPRD Jabar Dorong Pemetaan Investasi Serap Pekerja Lokal

Bandung. Suararadarcakrabuana.com  –  Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari dalam keterangan yang diterima di Bandung, mengatakan pertumbuhan investasi perlu diikuti dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Barat.

Selain itu, ia pun mendorong pemetaan investasi yang masuk ke wilayahnya sehingga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa kebutuhan industri telah dipetakan sejak awal, sehingga masyarakat kita memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan,” ujar Zaini.

Ia menyebut perlunya penguatan keterkaitan antara investasi, kebutuhan industri, dan kesiapan tenaga kerja lokal sehingga investasi yang masuk ke Jawa Barat tidak seharusnya hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Menurut dia, pemerintah daerah perlu menyiapkan tenaga kerja lokal sejak awal melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-kritik-birokrasi-praktik-budaya-feodal-di-pemprov-jabar/

Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja sehingga masyarakat Jawa Barat dapat mengisi peluang kerja yang tersedia.

“Harus ada sinergi antara investasi yang masuk dengan kesiapan tenaga kerja di Jabar,” tambahnya.

Zaini menegaskan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

DPRD Jawa Barat, kata dia, mendorong agar pertumbuhan investasi dapat berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat M. Romli juga mendorong pemerataan investasi di kawasan Rebana yang meliputi Kabupaten dan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, serta Sumedang guna mengurangi kesenjangan pembangunan dengan wilayah Jabodetabek.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/elektabilitas-kdm-unggul-wacana-duet-dengan-anies-muncul/

Menurut Romli, realisasi investasi di kawasan Rebana sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp36,68 triliun. Sementara pada triwulan I 2026 hingga April, nilai investasi tercatat sebesar Rp6,5 triliun atau sekitar 8,43 persen dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat.

Romli menegaskan fokus DPRD bukan semata mengejar target nilai investasi, tetapi memastikan investasi yang masuk mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Kalau dari sisi capaian saya lihat sudah cukup optimal. Tinggal bagaimana investasi yang masuk berdampak terhadap pengurangan pengangguran. Itu harus dilindungi Pemprov Jabar,” pungkasnya. (19/8/2026)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!