Dua Siswa SPB Cirebon Raih ASEAN Scholarship

Cirebon, Suararadarcakrabuana.com – Dari ruang kelas di Cirebon, dua siswa muda melangkah menuju panggung pendidikan internasional.

Refaya Kyoko Daniel dan Garry Naveed Tedjasukmana, siswa dari SPK Sekolah Pelita Bangsa (SPB) Cirebon, berhasil meraih ASEAN Scholarship dari Ministry of Education Singaporesebuah beasiswa prestisius yang setiap tahunnya diberikan kepada pelajar terbaik dari negara-negara ASEAN.

Melalui beasiswa ini, Kyoko melanjutkan pendidikan menengahnya di Anderson Secondary School pada Tahun Akademik 2025, sementara Garry diterima di St Joseph’s Institution untuk Tahun Akademik 2026. Kedua sekolah tersebut dikenal memiliki standar akademik tinggi serta lingkungan belajar yang kompetitif di Singapura.

Bagi banyak pelajar di Asia Tenggara, ASEAN Scholarship bukan sekadar beasiswa melainkan gerbang menuju pengalaman pendidikan global.

Program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Singapura ini memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi dari negara-negara ASEAN untuk menempuh pendidikan menengah di Singapura, sekaligus memperluas wawasan internasional dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan serta komunikasi lintas budaya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/aksi-kdm-minta-hilangkan-budaya-minta-minta-jadi-sorotan-publik/

Tidak hanya itu, penerima ASEAN Scholarship juga mendapatkan pembiayaan penuh, yang mencakup biaya sekolah, akomodasi di asrama, tunjangan tahunan, tiket pesawat pulang-pergi, biaya ujian nasional Singapura seperti GCE O-Level dan A-Level, serta perlindungan kesehatan dan asuransi.

Seleksinya pun dikenal sangat kompetitif. Calon penerima harus melalui beberapa tahap, mulai dari penyaringan akademik, tes kemampuan Matematika dan Bahasa Inggris, tes penalaran, hingga wawancara yang menilai karakter, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi.

SPB yang merupakan Cambridge International School yang pertama di kota Cirebon sejak tahun 2011 dan telah terakreditasi A untuk seluruh jenjang nya, memberikan pengajaran yang searah dengan pendidikan yang ada di Singapura,

Keberhasilan Kyoko dan Garry mencerminkan kombinasi antara kerja keras pribadi, dukungan keluarga, serta lingkungan pendidikan yang mendorong siswa untuk berkembang secara optimal.

Kyoko dikenal sebagai siswa yang disiplin dan reflektif dalam belajar. Ia memiliki kebiasaan membuat rangkuman materi, menggunakan flashcards, serta memperdalam pemahaman dengan menjelaskan kembali pelajaran kepada orang lain.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/polresta-cirebon-ubah-durasi-lampu-lalin-arus-balik-lebaran/

Menurutnya, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di SPB menjadi bekal penting dalam menghadapi tes dan wawancara internasional. Ke depan, Kyoko menargetkan hasil O-Level yang optimal dan bercita-cita melanjutkan studi di bidang kedokteran.

Sementara itu, Garry menunjukkan konsistensi akademik sejak jenjang dasar. Ia terbiasa fokus penuh dalam pembelajaran dan memastikan dirinya benar-benar memahami konsep, bukan sekadar menghafal.

Selain prestasi akademik, Garry juga pernah meraih medali perak dalam kompetisi matematika internasional. Ia menekankan bahwa disiplin, ketekunan, dan keberanian mencoba kesempatan baru menjadi kunci dalam meraih peluang besar.

“Kami sangat bangga melihat Kyoko dan Garry meraih ASEAN Scholarship. Ini bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga pengakuan atas karakter, ketekunan, dan kesiapan mereka untuk belajar dalam lingkungan global. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa dari Cirebon mampu bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai negara di Asia Tenggara.” ujar Rehgina Elisabeth kepala SPK sekolah

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga mencerminkan pendekatan pendidikan SPB yang menekankan keseimbangan antara akademik, karakter, serta kemampuan berpikir kritis dan komunikasi global.

“Di SPB, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa untuk menemukan potensi terbaik mereka dan mempersiapkan diri menghadapi peluang dunia yang semakin terbuka,”ungkapnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/hari-pertama-kerja-13-asn-pemkab-cirebon-alpa/

ASEAN Scholarship sendiri biasanya memberikan kesempatan belajar selama empat hingga enam tahun di Singapura, tergantung jenjang masuk siswa, dan dapat membawa mereka hingga memperoleh Singapore-Cambridge GCE A-Level, salah satu kualifikasi akademik internasional yang diakui secara global.

Keberhasilan Kyoko dan Garry tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa pelajar dari daerah seperti Cirebon memiliki potensi besar untuk bersinar di tingkat internasional.

Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus belajar dengan tekun, membangun karakter yang kuat, serta berani mengejar kesempatan di panggung global.

 

Ripah/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!