Sukabumi . Suararadarcakrabuana.com – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan. Jalan Babakan Sawah–Purwasari di Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, dilaporkan rusak berat dan membahayakan pengguna jalan
Ruas jalan sepanjang 2,5 kilometer itu merupakan akses vital penghubung Kecamatan Ciambar dan Cicurug. Namun ironisnya, meski berstatus sebagai jalan kabupaten, perbaikan permanen nyaris tak tersentuh selama bertahun-tahun.
Lubang-lubang besar menganga di sejumlah titik. Saat hujan turun, genangan air menutup permukaan jalan yang rusak, menjebak pengendara terutama sepeda motor yang melintas. Tak sedikit yang terjatuh akibat tidak menyadari kedalaman lubang.
Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menyebut terakhir kali ada perbaikan dilakukan pada 2018, dan setelah itu tidak ada penanganan berarti hingga kini.
Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/waspada-jangan-simpan-7-barang-di-dalam-jok-motor/
“Jalan ini statusnya milik Kabupaten Sukabumi. Terakhir diperbaiki 2018, sekarang 2026 kondisinya dibiarkan rusak,” ujarnya.
Menurut Eman, pihak desa tidak tinggal diam. Pengajuan perbaikan telah berulang kali disampaikan kepada dinas terkait dan rutin dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ciambar setiap tahun. Namun aspirasi itu belum juga berbuah realisasi.

Dampak kerusakan jalan bukan hanya soal kenyamanan, melainkan keselamatan. Kecelakaan kerap terjadi, terutama saat malam hari atau hujan deras.
Karena tak kunjung ada perbaikan dari pemerintah daerah, warga berinisiatif melakukan tambal sulam secara swadaya. Sejak 2020, masyarakat patungan membeli semen untuk menutup lubang seadanya.
“Sering terjadi kecelakaan. Kami patungan beli semen untuk menambal, tapi kalau hujan turun rusak lagi,” kata Eman.
Jalan Babakan Sawah–Purwasari merupakan urat nadi perekonomian warga. Akses ini digunakan untuk menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga distribusi hasil pertanian ke pasar. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan dan roda ekonomi masyarakat.
Eman berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, khususnya Bupati, segera mengambil langkah konkret sebelum kerusakan semakin parah dan menelan korban lebih banyak.
“Saya berharap Pak Bupati segera memperbaiki jalan ini. Kasihan warga yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi terkait rencana penanganan ruas jalan tersebut.
reporter jejen




