Subang.. Suararadarcakrabuana.com – Janji lama kembali ditagih. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya merespons unggahan viral warga yang menagih komitmen perbaikan jembatan rusak di Kampung Cigebang, Desa Talagasari, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang.
Sejak menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, berbagai janji Dedi Mulyadi memang kerap menjadi sorotan publik. Mulai dari keluhan jalan rusak hingga infrastruktur desa yang tak kunjung diperbaiki, warga kini semakin berani bersuara di media sosial.
Salah satunya datang dari warga Kampung Cigebang. Seorang warga melalui akun TikTok @niaanggraeni.nia8 mengunggah video kondisi jembatan Cigebang yang rusak parah. Jembatan itu disebut pernah dijanjikan langsung oleh Dedi Mulyadi akan diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Sudah delapan bulan berlalu, janji tersebut belum juga terwujud.
Dalam video viral itu, warga bahkan menampilkan cuplikan jejak digital saat Dedi Mulyadi berkunjung dan menyebut kondisi jembatan Cigebang sebagai sesuatu yang “mempermalukan dirinya.
Kala itu, Dedi Mulyadi berjanji akan membangun jembatan gantung yang bagus, disambut sorak gembira warga setempat. Kini, sorak itu berubah jadi kekecewaan.
“Sekarang jembatannya sudah sangat tidak layak pakai,” ujar warga dalam video tersebut, dikutip Senin (20/1/2026).
Ia mengungkapkan, jembatan Cigebang kerap memakan korban. Pengendara motor sering terperosok, sementara anak-anak dan lansia dilaporkan beberapa kali jatuh ke sungai akibat kondisi jembatan yang semakin parah.
“Sudah 8 bulan sejak janji itu beredar, tapi belum ada perbaikan sama sekali. Bagaimana ini warga Jabar? Akankah Kang Dedi menepati janjinya?” ucap warga dengan nada kecewa.
Video tersebut pun menuai perhatian luas warganet dan kembali menyeret nama Dedi Mulyadi ke pusaran kritik publik.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa proyek jembatan Cigebang bukan sekadar perbaikan, melainkan pembangunan baru, sehingga memerlukan proses administratif yang tidak singkat.
“Kami menunggu proses lelang untuk dikerjakan oleh penyedia jasa,” ujar Dedi Mulyadi. (20/1/2026)
Pernyataan ini kembali memantik beragam reaksi. Sebagian warga meminta bersabar, sementara lainnya mendesak agar keselamatan warga segera menjadi prioritas utama.
Kini publik menanti: apakah janji ini akan benar-benar ditepati, atau kembali menjadi catatan panjang janji yang tertunda
Wonk Alit / RS,Sh




