KDM Minta Dishub Bekasi Dipecat Diduga Pungli Sopir Truk

BEKASI, Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi yang terbukti melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk diberhentikan secara tidak hormat.

Permintaan tersebut disampaikan Dedi setelah video dugaan pungli terhadap sopir truk di kawasan Pos Poncol, Jalan M Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, viral di media sosial.

“Saya sangat kecewa dengan perilaku oknum aparat Dishub Kota Bekasi yang melakukan tindakan pungli, pemerasan terhadap para sopir,” ujar Dedi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71.

Juta Dedi mengatakan, dia telah berkoordinasi dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait dugaan tersebut. Ia meminta agar oknum yang terbukti melakukan pungli diberikan sanksi tegas tanpa membedakan status kepegawaiannya.

“Apakah dia ASN, P3K atau P3K paruh waktu, saya sudah menyampaikan kepada Pak Wali Kota Bekasi untuk dilakukan tindakan tegas dengan diberhentikan dari pekerjaannya secara tidak hormat,” kata Dedi.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-sebut-mayoritas-begal-yang-ditangkap-dari-luar-daerah/

Dugaan pungli tersebut mencuat setelah beredar video yang memperlihatkan seorang pria mendatangi sejumlah orang yang mengenakan atribut Dishub Kota Bekasi.

Dalam video itu, pria tersebut meminta uang yang disebut telah diminta dari seorang sopir truk segera dikembalikan.

“Pulangin duitnya semua! Sopir ini diminta Rp1,7 juta,” ujar pria tersebut dalam rekaman.

Ia kemudian meminta sopir menunjukkan petugas yang diduga meminta uang tersebut.

“Yang minta Rp1,7 siapa?” tanyanya.

Selain mempersoalkan uang yang diduga diminta, pria dalam video tersebut juga mempertanyakan tindakan petugas yang mengambil surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik sopir.

“STNK pulangin! Dishub enggak boleh meriksa-meriksa STNK,” ucapnya.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/hasil-sidak-pabrik-kapur-dan-solusi-selsaikan-masalah-menahun/

Video tersebut kemudian viral dan mendapat perhatian publik. Dedi berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh aparatur dapat menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

“Semoga peristiwa itu tidak terjadi lagi dan semua pihak yang menggunakan baju kebesaran bertugas melayani dan melindungi masyarakat, bukan mempersulit dan memeras masyarakat,” ucap Dedi.

Warga sebut truk kerap diberhentikan Sementara itu, seorang warga sekitar berinisial AI (42) mengaku kerap melihat kendaraan truk diberhentikan di sekitar lokasi tersebut.

Namun, ia tidak mengetahui secara pasti alasan kendaraan-kendaraan tersebut dihentikan.

“Setahu saya, saya cuma sering lihat mobil berhenti di sini. Cuma saya enggak tahu masalahnya apa, karena kan kita enggak tahu urusan orang kerja,” kata AI saat ditemui di lokasi, Jumat (31/7/2026).

AI mengaku pernah berbincang dengan seorang sopir truk yang menyebut dirinya dimintai uang dalam jumlah besar.

Baca juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-letakkan-batu-pertama-pabrik-alat-berat-elektrik-karawang/

“Saya pernah nanya sekali ke sopir, ‘Bang, kenapa?’ Dia jawab, ‘Biasa ini.’ Terus saya tanya lagi, ‘Kena berapa, Bang?’ Dia jawab sekian. Saya bilang, ‘Wah gede banget, Bang.’ Yang saya dengar dari sopir itu sekitar Rp 1,5 juta untuk satu mobil. Kalau akhirnya dikasih atau enggak, saya enggak tahu. Saya cuma dengar informasi dari sopir,” ujarnya.

Menurut AI, kejadian serupa disebut terjadi belum lama ini. Ia juga menduga praktik tersebut bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.

“Ya, kejadiannya masih di bulan-bulan ini. Kalau yang saya tahu, biasanya di warung dekat pos. Setahu saya, waktu itu ada satu orang di warung. Saya enggak tahu kalau ada yang lain,” katanya.

AI mengatakan, kendaraan yang paling sering ia lihat diberhentikan merupakan truk dengan pelat nomor luar daerah.

“Yang saya lihat kebanyakan mobil pelat luar, pokoknya bukan pelat B. Saya juga enggak tahu pelanggarannya apa. Kalau yang saya lihat langsung memang cuma satu kali,” ujarnya.

Setelah video dugaan pungli tersebut viral, AI mengaku tidak lagi melihat aktivitas petugas Dishub di lokasi.

“Kalau hari ini sih enggak ada aktivitas. Dari pagi saya di sini enggak ada. Biasanya ada,” katanya. Ia berharap tidak ada lagi sopir yang dirugikan akibat dugaan praktik pungli tersebut. “Kasihan sopir.

Gajinya juga enggak seberapa. Kalau digituin kan jadi nambah beban buat sopir,” ujar AI.

Awak telah berupaya menghubungi Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Teguh Indrianto dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk meminta konfirmasi terkait dugaan pungli tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, keduanya belum memberikan tanggapan.

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!