Semarang. Suararadarcakrabuana.com – Puluhan rumah di Dusun Durenan, Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang mengalami kerusakan karena angin puting beliung.
Ketua RT 1/RW 04 Dusun Durenan, Afif Maskun, mengatakan kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 18.45 WIB kemarin.
“Semalam itu hujan deras, kejadiannya mencekam karena angin berputar-putar di lingkungan permukiman,” ungkapnya, Minggu (2/11/2025).
Cuaca saat itu cukup ekstrem dengan hujan disertai angin. Sehingga atap rumah warga berterbangan karena terhantam puting beliung.
“Seperti badai, hujan dan angin jadi satu. Atap-atap dari genteng dan yang lain beterbangan, kerusakan paling banyak itu rumah-rumah yang berada di pinggir jalan utama,” imbuhnya.
Menurut Afif, berdasarkan hasil identifikasi awal, terdapat 20 rumah yang mengalami kerusakan, kebanyakan pada bagian atap.
Selain itu, juga ada pohon yang tumbang, Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun ke lokasi untuk meninjau dan memberikan bantuan. Sementara, hari ini, Minggu (2/11/2025), warga setempat melaksanakan kerja bakti.
“Semalam sudah ada petugas dari BPBD yang melakukan survei ke lokasi untuk meninjau dan memberi bantuan. Kalau warga hari ini kerja bakti membersihkan material dan antisipasi kalau ada hujan,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan identifikasi daerah rawan bencana.
Mulai dari daerah yang berpotensi longsor, banjir, hingga puting beliung.
“Untuk yang sisi lereng pegunungan itu Banyubiru, Getasan, Sumowono, dan Jambu, potensi kerawanan longsor,” kata Alex.
Sementara, ancaman puting beliung mengintai daerah Suruh, Bringin, Bancak, dan Kaliwung
Terkait dengan bahaya banjir, biasa terjadi di wilayah Ambarawa, Tuntang, Getasan, dan Susukan karena di sana terdapat aliran yang melewati Kota Salatiga.
“Kita siagakan peralatan dan personel dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan sebagai bagian dari early warning system (EWS) manual untuk mempermudah informasi dan penanganan dalam kebencanaan,” ujarnya
RED





