KDM Tegaskan Akan Ubah Kebun Sayur Jadi Kebun Teh

Bandung. Suararadarcakrabuana.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi  menegaskan akan ubah lahan sayur jadi kebun teh dan kebun bambu mendadak menyita perhatian. Hal itu pun bakal di lakukan Gubernur Jawa Barat sembari melibatkan warga.

Kebijakan Dedi bakal ubah lahan sayur jadi kebun teh dan kebun bambu bakal dilakukannya di lereng-lereng curam milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dimana total lahan yang akan di alih fungsikan mencapai 200 hektar.

Yang rupanya tersebar di kawasan Puncak dan Ciater. Dedi Mulyadi juga mengaku akan melibatkan warga dalam hal ini yakni para petani penggarap kebun teh.

Dimana nantinya, para petani yang terlibat dalam programnya itu akan menerima upah dari pemerintah provinsi sebesar Rp 50.000 per hari.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-tegakan-keluarkan-larangan-pengaspalan-di-malam-hari/

“Kemudian, daerah-daerah yang menuju kawasan tebing yang itu kecuramannya tinggi yang masih ada kebun sayur secara perlahan juga kami akan mulai tanamin,” ungkap Dedi Mulyadi Minggu (7/12/2025).

Selain menanami menjadi kebuh teh, Pemprov Jabar juga menargetkan penanaman bambu di kawasan hutan PTPN, termasuk di Sukabumi dan Puncak.

“Ciater kemudian di situ Puncak. Kebun teh semua. Kemudian areal hutan, areal hutan juga sudah mulai di areal Sukabumi, di Puncak, dan di beberapa daerah lainnya dengan fokus penanaman kebun bambu,” imbuh Dedi Mulyadi.

Dan untuk memuluskan rencananya tersebut, dalam kurung waktu kurang lebih dua pekan ke depan, Dedi Mulyadi akan mengundang BPN Jawa Barat, PTPN, dan Perhutani untuk membahas perizinan penggunaan lahan.

“Izin lokasinya kan sudah habis tuh, nah ini kami harus segera melakukan percepatan, jangan bertahun-tahun tidak kelar-kelar.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-ptpn-di-jabar-hentikan-kso-dengan-swasta/

Selanjutnya nanti Pemprov Jabar akan memilah, sekarang kan sudah mulai Pemprov Jabar melakukan penanaman teh di areal tanah PTPN.

“Ada jalan kabupaten yang sekarang diserahkan menjadi jalan provinsi yang tanahnya tanah PTPN. Kami barusan diberikan kewenangan untuk menggunakan tanah itu digunakan jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, sebelum Dedi Mulyadi bakal ubah lahan sayur jadi kebun teh dan kebun bambu, sang gubernur berusaha untuk mengatasi kerusakan hutan yang terjadi di Jabar. Yakni dimana pihaknya akan secara bertahap mulai menggerakan masyarakat.

Yakni dalam sebuah gerakan untuk menanam dan merwat pohon yang rencananya akan dilakukan per Desember tahun ini.

“Untuk itu yang rusak ini kita secara bertahap mulai Desember ini untuk masyarakat digerakan menanam dan merawat. Selama ini kan program reboisasi menanam kan ditinggalkan,” imbuh Dedi Mulyadi.

Baca juga  ; https://www.suararadarcakrabuana.com/dedi-mulyadi-moratorium-penebangan-ajak-warga-tanam-pohon/

Nantinya, Dedi Mulyadi berencana meminta warga untuk menanam dan merawat pohon-pohon. Dan bakal diberikah upah yakni Rp 50 ribu per hari.

Dimana upah tersebut menurut Gubernur Jawa Barat itu lebih mahal dibandingkan dengan upah mencangkul di daerah tertentu.

“Konsep saya gak begitu nanti setiap masyarakat itu 1 atau 2 hektar menanam pohon kemudian merawatnya supaya pohon itu kokoh dan kuat.

Dan mereka mendapat upah dalam setiap hari distandarkan oleh saya 50 ribu. Nah itu lebih mahal dibanding upah nyangkul di daerah tertentu hanya 30 ribu, kenapa harganya hanya 50 ribu, agar banyak rakyat yang dilibatkan,” ungkap Dedi Mulyadi.

Wonk Alit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *