Pemprov Jabar Genjot Benahi Jalan Dan Perluas Akses Pendidikan

Jawa Barat. Suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus menggenjot pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Infrastruktur jalan, jaminan kesehatan, hingga pemerataan akses pendidikan menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, menjadi salah satu program strategis Pemprov Jabar. Targetnya, menghadirkan jalan yang leucir dan nyaman dilalui sehingga dapat mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi serta pembangunan antardaerah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Agung Wahyudi mengatakan, hingga 9 Agustus 2026, sepanjang 43,589 kilometer jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Jabar telah selesai dibangun atau diperbaiki dari target 149,801 kilometer tahun ini.

Selain itu, Pemprov Jabar telah melakukan pelebaran jalan sepanjang 2,25 kilometer dari target 15,631 kilometer. Pekerjaan tersebut dilengkapi dengan pembangunan drainase dan marka jalan.

“Tahun ini juga dilaksanakan 47 paket perbaikan atau penggantian jembatan, empat bangunan pelengkap, serta pembangunan masing-masing satu flyover dan satu underpass,” ujar Agung.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-nilai-evaluasi-anggaran-kunci-pembangunan-jawa-barat/

Tak hanya infrastruktur, Pemprov Jabar juga menyiapkan kebijakan tata ruang untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Pada 2026, Pemprov Jabar menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat dengan mengembangkan konsep tata ruang Sunda, kolonial, serta kawasan yang memiliki fungsi lindung.

Kajian Teknis Penyusunan Indikasi Program Utama Pemanfaatan Ruang Provinsi Jawa Barat kini telah memasuki tahap inventarisasi data. Perluas Jaminan Kesehatan Di sektor kesehatan, Pemprov Jabar terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Hingga 1 Agustus 2026, sebanyak 50.590.681 warga Jabar telah terlindungi BPJS Kesehatan atau mencapai 96,90 persen dari total masyarakat Jawa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, cakupan tersebut akan terus ditingkatkan. Pemprov Jabar menargetkan 99 persen masyarakat Jabar menjadi peserta BPJS Kesehatan pada 2029.

Menurut Vini, strategi mencapai target tersebut dilakukan melalui penyiapan anggaran untuk mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), baik dari Pemprov Jabar maupun pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/pemprov-jabar-bakal-dirampingkan-bumd-tak-produktif-ditutup/

Selain itu, Dinas Kesehatan Jabar melakukan optimalisasi rekonsiliasi data kepesertaan BPJS Kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kami pun meningkatkan mutu layanan di fasilitas pelayanan kesehatan agar pasien BPJS mendapatkan layanan terbaik,” kata Vini usai Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat.

Bangun dan Kembangkan Sekolah Pemerataan akses pendidikan juga menjadi bagian dari agenda pembangunan Pemprov Jabar. Tahun ini, pemerintah provinsi berencana mengembangkan satuan pendidikan di 25 lokasi yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Lokasi tersebut antara lain berada di Pangandaran, Depok, Bogor, Bekasi, Cimahi, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Bandung, Cirebon, dan Purwakarta. Pengembangan tersebut terdiri atas pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) di 22 lokasi dan Unit Gedung Baru (UGB) di tiga lokasi.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan, program tersebut ditujukan untuk menambah daya tampung sekolah, memperluas jangkauan layanan pendidikan, sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.

“Program ini dilakukan untuk menambah daya tampung, memperluas jangkauan layanan pendidikan, serta mengurangi kesenjangan akses pendidikan,” ujar Purwanto.

Baca Juga : https://www.suararadarcakrabuana.com/langkah-kdm-ringankan-beban-korban-bencana-gempa-ntt/

Selain membangun satuan pendidikan baru, Pemprov Jabar juga membangun ruang kelas baru. Tahun ini, sebanyak 203 ruang kelas dibangun di 102 sekolah, terdiri atas 114 ruang kelas SMA, 67 ruang kelas SMK, dan 22 ruang kelas SLB.

Pemprov Jabar juga melakukan rehabilitasi sedang dan berat pada 58 sekolah dengan total 114 ruang kelas. Rinciannya, 75 ruang kelas SMA, 24 ruang kelas SMK, dan 15 ruang kelas SLB.

“Selain itu, dilakukan rehabilitasi sedang dan berat pada 58 sekolah dengan total 114 ruang kelas, terdiri dari 75 ruang SMA, 24 ruang SMK dan 15 ruang SLB,” kata Purwanto.

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar menjadikan momentum Hari Jadi ke-81 bukan sekadar peringatan bertambahnya usia provinsi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat pelayanan publik dan mempercepat pemerataan pembangunan di Jawa Barat

Wonk Alit/ SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!