Langkah KDM Ringankan Beban Korban Bencana Gempa NTT

Jawa Barat. suararadarcakrabuana.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat  bersama jajaran terkait dan kalangan pengusaha berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan senilai Rp4 miliar. Dana bantuan ini dialokasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penggalangan dana tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam rapat koordinasi bersama unsur Pemprov Jabar, Baznas Jawa Barat, Bank BJB, Kwarda Pramuka Jabar, Kadin Jabar, Apindo Jabar, serta pelaku usaha sektor properti.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya sikap saling membantu antardaerah tanpa memandang batas administratif. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah merupakan kewajiban moral seluruh elemen masyarakat.

“Meskipun lokasi bencana berada di luar Provinsi Jawa Barat, kita hidup harus saling membantu. Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/pemerintah-pusat-mulai-bayar-tunggakan-dbh-ke-pemprov-jabar/

Adapun rincian sumber dana bantuan sebesar Rp4 miliar yang terkumpul terdiri dari:

• ASN Pemprov Jawa Barat: Rp400 juta
• Kwarda Gerakan Pramuka Jabar: Rp100 juta
• Gubernur Jawa Barat (Pribadi): Rp600 juta
• Baznas Jawa Barat: Rp1 miliar (sumber zakat ASN dan BUMD Jabar)
• Bank BJB (BJB Peduli): Rp1 miliar
• Kadin Jawa Barat: Rp200 juta
• Apindo Jawa Barat: Rp500 juta
• PT Buana Kasiti: Rp100 juta
• Sumbangan Perorangan/Tambahan Rapat: Rp100 juta

Untuk efektivitas distribusi, Pemprov Jabar menerapkan skema bantuan tunai dengan membeli kebutuhan pokok masyarakat secara langsung di lokasi terdekat dari area terdampak, seperti di pasar rakyat kawasan Labuan Bajo dan wilayah sekitarnya. Strategi ini dipilih agar proses penyaluran logistik berlangsung lebih cepat dan dapat menghidupkan perekonomian lokal.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-menekankan-penghentian-penggunaan-pupuk-kimia/

“Kita prioritaskan belanja kebutuhan di lokasi terdekat agar penyaluran cepat sampai dan tidak terhambat pengiriman dari luar daerah. Bantuan difokuskan ke wilayah yang membutuhkan, seperti Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,” jelas K

Selain bantuan dana, Pemprov Jabar menerjunkan tim relawan gabungan dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan Kwarda Pramuka Jabar. Sebanyak 20 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diberangkatkan ke lokasi bencana untuk mendukung operasi pertolongan dan penyaluran bantuan di lapangan.

Gubernur menginstruksikan agar seluruh personel yang bertugas dibekali uang operasional tunai yang mencukupi guna mendukung kelancaran tugas kemanusiaan di pelosok. Personel diminta menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses dan tidak hanya berfokus pada titik-titik utama di pinggir jalan.

“Petugas yang dikirim harus memegang dana tunai yang cukup untuk kebutuhan operasional selama di lapangan. Kita ingin memastikan tim bekerja secara maksimal di daerah terdampak tanpa terkendala urusan logistik pribadi,” tegasnya.

Baca juga ; https://www.suararadarcakrabuana.com/kdm-kritik-birokrasi-praktik-budaya-feodal-di-pemprov-jabar/

Melalui sinergi ini, Pemprov Jabar berharap penyaluran bantuan dapat berjalan lancar serta dapat membantu meringankan beban warga terdampak di Nusa Tenggara Timur.

 

Wonk Alit/SRC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!